D. P. M. A. Candrawati
PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CIPLUKAN (Physalis angulata L.) PADA AIR MINUM TERHADAP LEMAK ABDOMINAL BROILER Marpaung, J. C.,; G. A. M. K. Dewi,; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No.2(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abdominal fat is one of the body fats located in the abdominal cavity. A high level ofabdominal fat can affect the carcass yield, ultimately reducing the proportion of meat produced.This study aims to investigate the effect of providing Physalis extract in drinking water on theabdominal fat of broilers. The research was conducted at the Farm of the Faculty of AnimalScience, Udayana University, over 31 days, using a completely randomized design (CRD) with three treatments and six replications, with five birds per treatment unit. The treatments were: P0= no Physalis extract; P1 = 2% Physalis extract; and P2 = 4% Physalis extract. The variablesobserved included pad fat, mesenteric fat, ventriculus fat, and abdominal fat. The researchresults showed that the administration of ciplukan extract in drinking water at levels of 2% and4% had no significant effect (P>0.05) on the percentage of pad fat, mesenteric fat, ventricularfat, and abdominal fat in broilers. It can be concluded that administering ciplukan extract on2% and 4% level in drinking water has not been able to reduce the abdominal fat percentage inbroilers. ABSTRAK Lemak abdominal merupakan salah satu lemak tubuh pada bagian rongga perut, akibatyang ditimbulkan jika lemak abdominal tinggi dapat mempengaruhi jumlah karkas, padaakhirnya akan mengurangi proporsi daging yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian ekstrak ciplukan melalui air minum terhadap lemakabdominal broiler. Penelitian dilaksanakan di Farm Sesetan Fakultas Peternakan, UniversitasUdayana, berlangsung selama 31 hari. Rancangan acak lengkap (RAL) yang digunakan dengantiga perlakuan dan enam ulangan, serta setiap unit perlakuan diisi 5 ekor broiler. Adapunperlakuan melalui air yaitu; P0 = 0% ekstrak ciplukan; P1 = 2% ekstrak ciplukan; dan P2 = 4%ekstrak ciplukan. Variabel yang diamati yaitu, lemak bantalan, lemak mesentrium, lemakventrikulus, dan lemak abdominal. Hasil penelitian pemberian ekstrak ciplukan melalui airminum dengan level 2% dan 4% berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase lemakbantalan, lemak mesentrium, lemak ventrikulus, dan lemak abdominal broiler. Berdasarkanhasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak ciplukan pada taraf 2% dan 4%melalui air minum belum mampu untuk menurunkan persentase lemak abdominal broiler.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN GAMAL TERFERMENTASI MELALUI AIR MINUM TERHADAP LEMAK ABDOMEN ITIK BALI Dalem I. G. M. S. P.; N. W. Siti; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low interest of the public in consuming duck meat is due to the high abdominal fat which can affect the quality of the carcass produced. Fermented gamal leaf water extract has active compounds, which serve as antimicrobials and antioxidants. This study aims to determine the effect of giving fermented gamal leaf water extract through drinking water on the abdominal fat of male Balinese ducks. The experimental design used was a complete random design (RAL) with four treatments and five replicates, each replica consisted of three male Balinese ducks. The treatment given was the administration of drinking water to male Balinese ducks with 0% of fermented gamal leaf water extract as a control (P0), while in the P1, P2, and P3 treatments, fermented gamal leaf water extract was given with consecutive percentages of 2%, 4%, and 6%. The results showed that the administration of 2%, 4%, and 6% gamal leaf water extract significantly (P<0.05) significantly reduced the percentage of mecentrifus fat (mesenteric-fat), but indefinitely (P>0.05) reduced the percentage of ventricular fat (ventriculus-fat) and pad fat, while the administration of 4% and 6% fermented gamal leaf extract (P<0.05) significantly reduced abdominal fat. Based on the results of the study, it can be concluded that the administration of fermented gamal leaf extract at the level of 4%, and 6% through drinking water can reduce the abdominal fat of male Balinese ducks aged 8 weeks. ABSTRAK Rendahnya minat masyarakat dalam mengkonsumsi daging itik dikarenakan tingginya lemak abdomen yang dapat mempengaruhi kualitas karkas yang dihasilkan. Ekstrak air daun gamal terfermentasi mempunyai senyawa aktif, yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak air daun gamal terfermentasi melalui air minum terhadap lemak abdomen itik bali jantan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari tiga ekor itik bali jantan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian air minum pada itik bali jantan dengan 0% ekstrak air daun gamal terfermentasi sebagai kontrol (P0), sedangkan pada perlakuan P1, P2, dan P3 diberikan ekstrak air daun gamal terfermentasi dengan persentase berturut - turut 2%, 4%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak air daun gamal 2%, 4%, dan 6% secara nyata (P<0,05) menurunkan persentase lemak mesentrium (mesenteric-fat), namun secara tidak nyata (P>0,05) menurunkan persentase lemak ventrikulus (ventriculus-fat) dan lemak bantalan (pad-fat), sedangkan pemberian 4% dan 6% ekstrak daun gamal terfermentasi secara nyata (P<0,05) menurunkan lemak abdomen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun gamal terfermentasi taraf 4%, dan 6% melalui air minum dapat menurunkan lemak abdomen itik bali jantan umur 8 minggu.
PENGARUH MINYAK IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DALAM PAKAN TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS AYAM KAMPUNG JOPER Anggreni N. M. D.; I. M. Nuriyasa; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemuru fish oil (Sardinella lemuru) is a rich source of omega-3 fatty acids and has potential as a feed supplement for poultry due to its unsaturated fat content, which supports metabolism and immune function. This study aimed to evaluate the effect of adding lemuru fish oil to the feed on the physical carcass composition of Joper chickens (Jowo Super). The study was conducted over two months at the Sesetan Farm, Denpasar, using a completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The treatments included P0 (control), P1 (2% oil), P2 (4% oil), and P3 (6% oil). Observed parameters were slaughter weight, carcass weight, and the percentages of carcass, meat, bone, and fat. The results showed that 2% and 4% lemuru fish oil significantly increased slaughter and carcass weights (P<0.05) compared to the control, while the 6% level caused a decrease. The highest fat percentage was found in P2, but meat, bone, and carcass percentages showed no significant differences among treatments (P>0.05). It can be concluded that 4% lemuru fish oil in the feed improves slaughter weight, carcass weight, and carcass fat percentage without affecting meat and bone composition. ABSTRAK Minyak ikan lemuru sebagai salah satu sumber asam lemak omega-3 merupakan bahan pakan tambahan yang potensial, karena memiliki kandungan lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi metabolisme dan sistem kekebalan tubuh ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru (Sardinella lemuru) dalam pakan terhadap komposisi fisik karkas ayam kampung Joper (Jowo Super). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), di mana ayam kampung Joper dibagi ke dalam 20 kandang, dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap petak kandang disi 5 ekor ayam kampung jopper yang dilaksanakan di Farm Sesetan, Denpasar Bali selama 2 bulan. Perlakuan yang diberikan P0 tanpa menggunakan minyak ikan lemuru, P1 dengan menggunakan 2% minyak ikan lemuru, P2 dengan menggunakan 4% minyak ikan lemuru, dan P3 dengan menggunakan 6% minyak ikan lemuru. Parameter yang diamati meliputi bobot karkas, bobot potong, persentase karkas, persentase daging, persentase tulang dan persentase daging. Penggunaan minyak ikan dalam pakan ayam joper pada perlakuan P1, P2 dan P3 menghasilkan berat potong, berat karkas dan persentase lemak karkas lebih tinggi (P<0,05) daripada P0 (kontrol). Persentase karkas, persentase daging, dan tulang pada perlakuan P1,P2, P3 tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan P0. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan minyak ikan lemuru 4% dalam pakan ayam joper dapat meningkatkan berat potong dan berat kaskas, dan persentase lemak karkas namun tidak berpengaruh pada persentase daging dan tulang karkas.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG JANGKRIK (Gryllus mitratus Burm) TERHADAP KECERNAAN RANSUM BROILER N. U. V. Yudha; I. P. A. Astawa; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): Vol 13 No 4 (2025): Vol. 13 No.4(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of replacing commercial feed with cricket flour (Gryllus mitratus Burm) on broiler digestibility. The method a completely randomized design (CRD) was used, consisting of four treatments and four replicates, with each replicate containing four broilers. The treatments administered were: commercial feed without cricket flour replacement (P0/control); replacing 2% of the commercial diet with cricket flour (P1); replacing 4% of the commercial diet with cricket flour (P2); and replacing 6% of the commercial diet with cricket flour (P3). The results showed that treatments P1, P2, and P3 did not show a significant effect (P>0,05). The results of the study can be concluded that replacing commercial feed with cricket flour at a level of 6% can increase. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum komersial dengan tepung jangkrik (Gryllus mitratus Burm) terhadap kecernaan broiler. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan empat ulangan, setiap ulangan berisi empat ekor broiler. Perlakuan yang diberikan adalah ransum komersial tanpa diganti tepung jankgrik (P0/kontrol); penggantian 2% ransum komersial dengan tepung jangkrik (P1); penggantian 4% ransum komersial dengan tepung jangkrik (P2); penggantian 6% ransum komersial dengan tepung jangkrik (P3). Hasil utama menunjukkan bahwa penggantian ransum komersial dengan tepung jangkrik pada level 6% dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik, dan penggantian ransum komersial dengan tepung jangkrik sampai level 6% dapat meningkatkan kecernaan protein, namun tidak mempengaruhi kecernaan serat kasar pada ransum broiler.