Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Al-Quran dan Hadits dalam Pendidikan Keluarga: Membentuk Keluarga Sakinah Ansori, Mhd. Maulana; Anwar, Abu; Wahyudha, Rizki Arzi; Zainuddin, Zainuddin
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2174

Abstract

Keluarga merupakan institusi pendidikan pertama dan utama dalam Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian, akhlak, dan spiritualitas individu. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep serta implementasi pendidikan keluarga berbasis Al-Qur’an dan Hadits dalam upaya membentuk keluarga sakinah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an, Hadits Nabi, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga dalam Islam berlandaskan pada penanaman tauhid, pembinaan akhlak mulia, pembiasaan ibadah, keteladanan orang tua, serta penguatan nilai kasih sayang dan tanggung jawab sosial. Pendekatan Al-Qur’an memberikan kerangka normatif dan nilai dasar pendidikan keluarga, sementara Hadits Nabi Muhammad SAW berfungsi sebagai panduan aplikatif dalam praktik pendidikan keluarga sehari-hari. Implementasi pendidikan keluarga yang konsisten dan berlandaskan wahyu terbukti berkontribusi dalam menciptakan keharmonisan, ketenangan, dan ketahanan keluarga. Dengan demikian, pendidikan keluarga berbasis Al-Qur’an dan Hadits merupakan fondasi penting dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah di tengah tantangan kehidupan modern.
Integrasi Nilai-Nilai Multikulturalisme dalam Pendidikan Islam Wahyudha, Rizki Arzi; Chanifudin, Chanifudin
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2300

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran sosial peserta didik di tengah realitas masyarakat yang multikultural. Namun, dalam praktiknya, pendidikan Islam masih kerap dipahami secara normatif dan eksklusif sehingga kurang responsif terhadap dinamika keberagaman sosial, budaya, dan keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai multikulturalisme dalam pendidikan Islam sebagai upaya memperkuat sikap toleran, adil, dan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis buku-buku primer dan artikel jurnal yang relevan dengan tema kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikulturalisme dalam pendidikan Islam mencakup toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan, keadilan dan kesetaraan, serta dialog dan sikap inklusif yang memiliki landasan teologis dan filosofis yang kuat dalam ajaran Islam. Integrasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang kontekstual, proses pembelajaran yang dialogis dan partisipatif, serta budaya dan lingkungan lembaga pendidikan yang inklusif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti paradigma eksklusif dan keterbatasan kompetensi pendidik, pendidikan Islam memiliki peluang besar untuk menjadi agen transformasi sosial dalam membangun masyarakat yang damai dan berkeadaban.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT KH. HASYIM ASY’ARI DAN KH. AHMAD DAHLAN Wahyudha, Rizki Arzi; Ritonga, Supardi; Ansori, Muhammad Maulana; Hazani, Hazani; Taufik, Taufik
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7846

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komparatif pemikiran pendidikan Islam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan sebagai dua figur utama dalam dinamika tradisionalisme dan modernisme pendidikan Islam di Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki visi yang sama mengenai pendidikan sebagai instrumen transformasi moral, spiritual, dan sosial umat, serta sebagai fondasi kemajuan peradaban. Namun, terdapat perbedaan paradigmatik yang signifikan: Hasyim Asy’ari mempertahankan model pesantren yang berorientasi pada pelestarian turāth, pendalaman ilmu agama, dan pembentukan karakter melalui metode talaqqī, sorogan, dan bandongan; sedangkan Ahmad Dahlan mendorong reformasi pendidikan melalui adopsi sistem sekolah modern, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta metodologi pengajaran yang rasional dan terstruktur. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua pemikiran tersebut tidak bersifat dikotomis, tetapi saling melengkapi dalam membentuk kerangka pendidikan Islam yang berakar pada tradisi sekaligus responsif terhadap tuntutan modernitas.