Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI KOMPANG MELAYU Hazani, Hazani; Jarir; Arzi Wahyuda, Rizki; Ansori, Mhd. Maulana
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v6i1.10226

Abstract

Tradisi Kompang Melayu merupakan salah satu ekspresi seni bernuansa Islam yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Melayu serta berperan penting dalam proses pewarisan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Kompang Melayu, mencakup dimensi religius, moral, dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Kompang Melayu sarat dengan nilai-nilai pendidikan Islam, antara lain nilai akidah yang tercermin melalui pembacaan shalawat serta puji-pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, nilai ibadah melalui pembiasaan dzikir dan shalawat, serta nilai akhlak yang tampak dalam sikap kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap adat istiadat serta tokoh masyarakat. Selain itu, tradisi Kompang Melayu juga berfungsi sebagai sarana pendidikan informal yang efektif dalam membentuk karakter Islami pada generasi muda. Oleh karena itu, tradisi Kompang Melayu tidak hanya berperan sebagai bentuk seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pendidikan Islam yang relevan dalam kehidupan masyarakat Melayu. Kata kunci: Pendidikan Islam, Nilai-Nilai Islam, Tradisi Kompang Melayu, Budaya Melayu, Pendidikan Karakter.
ANALISIS USHUL FIQH SEBAGAI FONDANSI PENGEMBANGAN HUKUM ISLAM Hazani, Hazani; Chanifudin
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v6i1.10228

Abstract

Ushul fiqh merupakan bidang keilmuan pokok dalam studi hukum Islam yang berperan sebagai kerangka metodologis dalam penetapan serta pengembangan hukum. Artikel ini bertujuan mengkaji fungsi ushul fiqh sebagai landasan epistemologis dan metodologis dalam pengembangan hukum Islam, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan persoalan-persoalan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang relevan di bidang ushul fiqh. Pembahasan difokuskan pada prinsip-prinsip utama ushul fiqh, meliputi sumber-sumber hukum, metode istinbāṭ al-aḥkām, kaidah kebahasaan, serta konsep maqāṣid al-sharī‘ah. Temuan kajian menunjukkan bahwa ushul fiqh tidak semata-mata berfungsi sebagai perangkat penalaran normatif, melainkan juga sebagai instrumen yang bersifat dinamis dan adaptif dalam merespons perkembangan zaman tanpa mengabaikan otoritas teks-teks syar‘i. Oleh karena itu, penguatan dan pengembangan kajian ushul fiqh menjadi syarat utama bagi pembaruan hukum Islam yang kontekstual, sistematis, dan berkesinambungan. Kata Kunci: Ushul Fiqh; Hukum Islam; Ijtihad; Maqāṣid al-Sharī‘ah; Metodologi Hukum
CABANG-CABANG ULUMUL HADIS DAN KAIDAH-KAIDAH KESAHIHAN HADIS NABI (SANAD DAN MATAN) Nurazmira, Nurazmira; Al-Ma'arif, Al-Ma'arif; Hazani, Hazani
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v9i1.1238

Abstract

Ilmu Hadis merupakan disiplin ilmu yang sangat penting dalam menjaga orisinalitas ajaran Islam, sebab ia menjadi sarana untuk menyeleksi hadis-hadis yang sampai kepada umat. Dari ilmu ini lahir berbagai cabang yang membahas aspek-aspek tertentu, seperti Ilmu Rijāl al-Hadīs (ilmu tentang perawi hadis), Ilmu Jarh wa Ta‘dīl (kritik dan penilaian kredibilitas perawi), Ilmu Asbāb al-Wurūd (sebab-sebab munculnya hadis), Ilmu al-Gharīb (hadis yang mengandung lafaz asing), Ilmu Nasikh wa Mansūkh (hadis yang menghapus atau dihapus), serta Ilmu Musthalah al-Hadīs yang memberikan istilah-istilah teknis dalam kajian hadis.Dalam penilaian hadis, terdapat dua unsur pokok yang menentukan kualitasnya, yaitu sanad dan matan. Kaidah kesahihan sanad antara lain: sanad harus bersambung (ittisāl al-sanad), perawi bersifat adil, perawi memiliki kedhabitan (ketelitian), serta terhindar dari syādz (kejanggalan) dan ‘illah (cacat tersembunyi). Adapun kaidah kesahihan matan meliputi: tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, hadis yang lebih kuat, akal sehat, maupun fakta sejarah yang sahih; serta terbebas dari makna yang cacat. Dengan demikian, ulumul hadis tidak hanya berfungsi sebagai perangkat analisis ilmiah, tetapi juga sebagai benteng keotentikan hadis Rasulullah SAW agar dapat diamalkan secara sahih dan bertanggung jawab.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT KH. HASYIM ASY’ARI DAN KH. AHMAD DAHLAN Wahyudha, Rizki Arzi; Ritonga, Supardi; Ansori, Muhammad Maulana; Hazani, Hazani; Taufik, Taufik
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7846

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komparatif pemikiran pendidikan Islam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan sebagai dua figur utama dalam dinamika tradisionalisme dan modernisme pendidikan Islam di Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki visi yang sama mengenai pendidikan sebagai instrumen transformasi moral, spiritual, dan sosial umat, serta sebagai fondasi kemajuan peradaban. Namun, terdapat perbedaan paradigmatik yang signifikan: Hasyim Asy’ari mempertahankan model pesantren yang berorientasi pada pelestarian turāth, pendalaman ilmu agama, dan pembentukan karakter melalui metode talaqqī, sorogan, dan bandongan; sedangkan Ahmad Dahlan mendorong reformasi pendidikan melalui adopsi sistem sekolah modern, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta metodologi pengajaran yang rasional dan terstruktur. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua pemikiran tersebut tidak bersifat dikotomis, tetapi saling melengkapi dalam membentuk kerangka pendidikan Islam yang berakar pada tradisi sekaligus responsif terhadap tuntutan modernitas.