Dharsono, Farhan Maulana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kearifan Lokal Kawali Sebagai Media Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Martina, Dewi Tri; Amam, Asep; Dharsono, Farhan Maulana
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan kearifan lokal Kawali sebagai media ajar dan menganalisis dampaknya terhadap kemampuan literasi siswa di SMP Negeri 3 Kawali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VIII, guru bahasa Indonesia, serta tokoh adat sebagai validator konten. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen portofolio tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Situs Astana Gede dan filosofi Prasasti Kawali ke dalam materi teks deskripsi, narasi, prosedur, dan persuasi efektif meningkatkan literasi siswa. Pemanfaatan konteks lokal terbukti mereduksi hambatan kognitif, memperkaya diksi, serta menumbuhkan literasi kritis dan rasa bangga terhadap identitas budaya. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kearifan lokal Kawali berfungsi sebagai katalisator literasi yang efektif dalam menjawab tantangan pendidikan modern.
Optimalisasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Safe School Environment: Pencegahan Bullying Di SMP Negeri 3 Kawali Dharsono, Farhan Maulana; Ema Siti Nurfadilah; Siti Fadjarajani; Gumilar Mulya; Iis Marwan
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan (bullying) didefinisikan sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental korban serta merusak iklim sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Bimbingan dan Konseling (BK) yang diterapkan di SMP Negeri 3 Kawali untuk mengatasi masalah ini. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari siswa korban dan guru BK. Hasil studi menunjukkan bahwa perundungan memiliki berbagai bentuk dan dipicu oleh faktor kompleks, terutama aspek psikologis siswa dan lingkungan sosial. Dalam penanganannya, sekolah mengandalkan strategi terpadu meliputi program pendidikan karakter, deteksi dini, dan kolaborasi dengan orang tua. Meskipun demikian, tantangan dalam penanganan berulang masih ada. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan perlunya pengembangan program pencegahan yang melibatkan siswa secara aktif dan pelatihan berkala bagi guru dan orang tua guna meningkatkan efektivitas penanganan bullying di sekolah.
Tari Kele Ciamis: Menari Bersama Nilai, Mendidik Generasi Lewat Kearifan Lokal Dharsono, Farhan Maulana; Ristiana, Ristiana; Setialesmana, Depi
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2371

Abstract

Arus globalisasi telah memicu kekhawatiran akan terjadinya "amnesia budaya" di kalangan Generasi Z, yang berpotensi memudarkan identitas kolektif bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur nilai filosofis dalam Tari Kele di Kabupaten Ciamis dan bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasikan sebagai model pendidikan karakter bagi generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan Ibu Rachmajati Nilakoesoemah (Neng Peking) selaku pencipta tarian di Studio Titik Dua, Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Kele berfungsi sebagai "laboratorium moral" yang menyosialisasikan etika hidup manusia Sunda terhadap lingkungan dan sesama. Simbolisme air dalam properti kele melambangkan kejernihan pikiran dan tanggung jawab, sementara penggunaan flora sakral seperti daun Hanjuang dan Waregu merepresentasikan perlindungan serta resiliensi budaya. Melalui struktur gerak yang kronologis dan pola latihan berbasis kekeluargaan, nilai-nilai Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dapat diinternalisasikan secara organik, yang terbukti meningkatkan kedisiplinan dan ketenangan batin para penari remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tari Kele bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan media dinamis yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital untuk memperkuat jati diri bangsa. Rekomendasi penelitian ini adalah integrasi model pembelajaran Tari Kele ke dalam kurikulum muatan lokal guna memberikan pengalaman afektif yang autentik bagi peserta didik.