Himar, Himar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etos dan Visi Gerakan Muhammadiyah: Analisis Komprehensif Terhadap Ideologi, Praktik, dan Relevansi Kontemporer Nurhidayah, Andi; Amnur, A. Nurul Hidayat; Zulkarnain, Ary; Himar, Himar; Basmar, Basmar; Bawa, Dahlan Lama
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2422

Abstract

Penelitian ini mengkaji etos dan visi gerakan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam modernis paling berpengaruh di Indonesia, dengan menitikberatkan pada fondasi ideologis, praktik sosial, dan relevansinya dalam konteks kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber akademik berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Muhammadiyah secara konsisten menjadikan prinsip tauhid, ilmu, dan amal sebagai landasan gerakan sejak didirikan pada tahun 1912, sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, politik, dan budaya yang terus berubah. Filosofi tajdid K.H. Ahmad Dahlan, yang menekankan pentingnya ijtihad, penolakan terhadap taqlid buta, serta reformasi kelembagaan yang bersifat praktis, terbukti menjadi faktor utama keberlanjutan dan daya tahan Muhammadiyah. Melalui kiprahnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, Muhammadiyah menampilkan model keterlibatan sipil non-politik yang efektif dalam mendukung pembangunan nasional dan penguatan moderasi beragama. Konsep Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah juga memberikan kerangka konseptual yang kuat dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan modernitas, rasionalitas, dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Meskipun dihadapkan pada tantangan globalisasi, digitalisasi, dan polarisasi ideologis, Muhammadiyah menunjukkan kapasitas adaptif yang tinggi sehingga tetap relevan sebagai gerakan Islam berkemajuan di abad ke-21.