Penelitian ini mengkaji etos dan visi gerakan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam modernis paling berpengaruh di Indonesia, dengan menitikberatkan pada fondasi ideologis, praktik sosial, dan relevansinya dalam konteks kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber akademik berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Muhammadiyah secara konsisten menjadikan prinsip tauhid, ilmu, dan amal sebagai landasan gerakan sejak didirikan pada tahun 1912, sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, politik, dan budaya yang terus berubah. Filosofi tajdid K.H. Ahmad Dahlan, yang menekankan pentingnya ijtihad, penolakan terhadap taqlid buta, serta reformasi kelembagaan yang bersifat praktis, terbukti menjadi faktor utama keberlanjutan dan daya tahan Muhammadiyah. Melalui kiprahnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, Muhammadiyah menampilkan model keterlibatan sipil non-politik yang efektif dalam mendukung pembangunan nasional dan penguatan moderasi beragama. Konsep Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah juga memberikan kerangka konseptual yang kuat dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan modernitas, rasionalitas, dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Meskipun dihadapkan pada tantangan globalisasi, digitalisasi, dan polarisasi ideologis, Muhammadiyah menunjukkan kapasitas adaptif yang tinggi sehingga tetap relevan sebagai gerakan Islam berkemajuan di abad ke-21.
Copyrights © 2025