Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program MBKM Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Profesional Mahasiswa Amanda Aulia Putri; Addiniyah, Latifah; Syahidah, Najla Zharifah Nur; Asari, Alfian Hanan
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v4i5.2511

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) sebagai salah satu implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data sekunder, penelitian ini mengolah berbagai dokumen, penelitian terdahulu, serta data resmi untuk menilai efektivitas program menggunakan kerangka evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSIB memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan kompetensi industri, ditunjukkan melalui kesesuaian tugas dengan capaian pembelajaran dan profil lulusan, serta pemberian pengalaman kerja nyata yang memperkuat hard skill dan soft skill mahasiswa. Program ini juga berkontribusi pada peningkatan kesiapan kerja mahasiswa sebesar 30–40% seperti yang ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya. Namun, implementasi MSIB masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain tumpang tindih dengan kegiatan akademik, koordinasi yang kurang optimal antara kampus, mahasiswa, dan mitra, penugasan yang tidak selalu relevan, serta beban kerja tinggi pada beberapa industri. Hasil penelitian menegaskan bahwa meskipun MSIB memberi dampak positif terhadap kompetensi mahasiswa, tetapi masih diperlukan peningkatan sinkronisasi kebijakan, penguatan mekanisme evaluasi, dan penjaminan kualitas penugasan agar tujuan program dapat tercapai secara lebih efektif.
The Impact of Sectarian Conflict on Mental Health in Kirkuk: An Ethno-Religious Analysis Nurzahara Sihombing; M. Agung Rahmadi; Rabiatul Adawiyah Nasution; Nabila Sita; Amanda Aulia Putri; Helsa Nasution; Luthfiah Mawar; Shely Shely; Nafiza Rizky Ramadhani Lubis
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i1.2914

Abstract

This study comprehensively analyzes the impact of sectarian conflict on mental health in Kirkuk through an ethnoreligious meta-analysis of 42 studies with a total of N=15,427 participants published between 2003 and 2023. The quantitative synthesis indicates a PTSD prevalence of 47.3% (95% CI: 44.2–50.4) among victims of sectarian conflict, with an uneven distribution across groups, where the Turkmen minority records the highest prevalence at 56.8%, exceeding Arab Sunni at 43.2% and Kurdish at 41.5%. Logistic regression analysis demonstrates that direct exposure to sectarian violence increases the risk of major depression by 3.4 times (OR=3.42, p<.001), anxiety by 2.8 times (OR=2.83, p<.001), and psychosomatic disorders by 2.5 times (OR=2.54, p<.001). Further meta-regression identifies duration of conflict exposure (β=.426, p<.001) and intensity of sectarian violence (β=.389, p<.001) as significant predictors of symptom severity. In contrast to the findings of Cummings et al. (2013) and Eltally (2019), which emphasize the general impact of conflict, this study reveals specific intergenerational trauma patterns within distinct ethnoreligious communities, with the highest transmission observed among families of sectarian massacre victims (d=0.82), while simultaneously highlighting variations in communal resilience across groups as a differential determinant of post-conflict psychosocial dynamics.