Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AI Dalam Dunia Pendidikan: Potensi Memudarnya Nuansa Humanis Dalam Proses Komunikasi Pembelajaran Syihabudin, Muhammad; Oktafiendi, Herdy; Lestari, Riskygio Chandra; Utari, Putri Nabila; Bariroh, Alfi; Sagita, Saskia; Amalia, Nurul; Novtidela, Diva; Pebriani, Sri; Hasanah, Elya Tifa; Hasanah, Naila Najwa; Arbiani, Ere Mardella
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8cnc9d60

Abstract

Penggunaan kecerdasan buatan di sekolah memberikan banyak kesempatan tetapi juga tantangan yang besar. Di satu sisi, AI bisa membuat pembelajaran lebih baik dengan memberikan materi yang sesuai untuk setiap siswa, sistem penilaian yang otomatis, dan ramalan tentang seberapa baik siswa akan belajar. Teknologi ini membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mereka dengan memberikan umpan balik yang cepat dan menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan masing-masing orang. Namun, di sisi lain, jika terlalu banyak bergantung pada AI, hal itu bisa membuat pembelajaran kehilangan sifat pribadi. Ketergantungan berlebihan pada AI bisa menyulitkan siswa untuk berpikir secara kritis, mengurangi interaksi sosial, dan merusak hubungan nyata antara pemberi (guru) dan penerima (siswa/mahasiswa)Ada juga masalah etika dan sosial yang harus dipikirkan, seperti menjaga data siswa tetap aman, menghadapi masalah ketidakadilan dalam sistem, dan risiko kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang penting dalam pendidikan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ini bisa dilakukan dengan membuat aturan yang memprioritaskan manusia, mengajarkan etika digital, dan melibatkan komunitas dalam menentukan cara menggunakan AI. Dengan cara ini, pendidikan tinggi bisa mendapatkan manfaat dari AI tetapi tetap menjaga hubungan manusia yang penting dalam proses mengajar dan belajar.