Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Decomposing sociopreneur model supporting national economic recovery through the development of sustainable halal tourism Haidar, Abdullah; Herindar, Evania; Syihabudin, Muhammad
Journal of Islamic Economics Management and Business (JIEMB) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jiemb.2022.4.1.11718

Abstract

This study analyzes the sociopreneur model that can support national economic recovery through sustainable halal tourism. The method used is a case study of a Sociopreneur Community (Sudut Lombok). By conducting in-depth interviews, the author found that Lombok Corner offers the concept of Responsible Tourism and Ecotourism and is supported by several services collaborating with the surrounding community. In addition, Corner Lombok also has several social programs, where a portion of the profits from the business sector, at least 25% of the net profits of investors, will be allocated to social activities to improve the welfare of the people of East Lombok. This business model is expected to be an example for developing Sustainable Halal Tourism in other places to encourage the development of Indonesian halal tourism, whose benefits can also be felt by the surrounding community.
AI Dalam Dunia Pendidikan: Potensi Memudarnya Nuansa Humanis Dalam Proses Komunikasi Pembelajaran Syihabudin, Muhammad; Oktafiendi, Herdy; Lestari, Riskygio Chandra; Utari, Putri Nabila; Bariroh, Alfi; Sagita, Saskia; Amalia, Nurul; Novtidela, Diva; Pebriani, Sri; Hasanah, Elya Tifa; Hasanah, Naila Najwa; Arbiani, Ere Mardella
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8cnc9d60

Abstract

Penggunaan kecerdasan buatan di sekolah memberikan banyak kesempatan tetapi juga tantangan yang besar. Di satu sisi, AI bisa membuat pembelajaran lebih baik dengan memberikan materi yang sesuai untuk setiap siswa, sistem penilaian yang otomatis, dan ramalan tentang seberapa baik siswa akan belajar. Teknologi ini membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mereka dengan memberikan umpan balik yang cepat dan menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan masing-masing orang. Namun, di sisi lain, jika terlalu banyak bergantung pada AI, hal itu bisa membuat pembelajaran kehilangan sifat pribadi. Ketergantungan berlebihan pada AI bisa menyulitkan siswa untuk berpikir secara kritis, mengurangi interaksi sosial, dan merusak hubungan nyata antara pemberi (guru) dan penerima (siswa/mahasiswa)Ada juga masalah etika dan sosial yang harus dipikirkan, seperti menjaga data siswa tetap aman, menghadapi masalah ketidakadilan dalam sistem, dan risiko kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang penting dalam pendidikan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ini bisa dilakukan dengan membuat aturan yang memprioritaskan manusia, mengajarkan etika digital, dan melibatkan komunitas dalam menentukan cara menggunakan AI. Dengan cara ini, pendidikan tinggi bisa mendapatkan manfaat dari AI tetapi tetap menjaga hubungan manusia yang penting dalam proses mengajar dan belajar.