Pendekatan taktis dalam pembelajaran pendidikan jasmani semakin mendapat perhatian karena kemampuannya mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam situasi permainan yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan taktis terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar siswa sekolah dasar. Dengan desain quasi-eksperimental nonequivalent pretest-posttest control group, penelitian ini melibatkan 40 siswa kelas V dari satu sekolah dasar, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran berbasis pendekatan taktis, sementara kelompok kontrol menggunakan pendekatan konvensional berbasis latihan drill. Instrumen pengukuran terdiri atas lima tes kemampuan motorik kasar: child ball, lari 40 meter, standing board jump, wall toss test, dan one leg stand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan taktis secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan seluruh aspek kemampuan motorik kasar dibandingkan pendekatan konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan substansial pada koordinasi mata-tangan (+9,50 poin), kecepatan (-0,60 detik), kekuatan eksplosif (+9,00 cm), ketangkasan (+6,90 repetisi), dan keseimbangan statis (+3,97 detik). Peningkatan ini mencerminkan adaptasi neuromotor yang lebih optimal melalui representasi tugas yang kontekstual dan menantang secara kognitif. Diskusi mendalam menunjukkan bahwa pendekatan taktis mendukung pembentukan motor schema yang bermakna dan mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya transformasi pedagogi pendidikan jasmani menuju model yang lebih adaptif, kontekstual, dan berbasis permainan. Implikasi praktisnya meliputi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan integrasi teknologi pembelajaran untuk memperkuat implementasi pendekatan taktis di berbagai jenjang pendidikan.