Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARADIGMA KEILMUAN UIN K.H ABDURRAHMAN WAHID Khabibatus Syufiyah; Mustika Dahlia; Mar’atus Solehka; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk memperkuat epistemologi keilmuan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). khususnya dalam konteks harmonisasi ilmu yang ditandai oleh pemisahan antara ilmu agama dan sains di era modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki paradigma keilmuan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, yang berpusat pada gagasan bahwa harmonisasi ilmu adalah upaya untuk mengintegrasikan sains dan agama. Studi ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dalam penelitian lembaga pustaka dan menganalisis isi literatur, dokumen institusional, dan kajian akademik yang berkaitan dengan pengembangan paradigma integratif di perguruan tinggi Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa paradigma harmonisasi ilmu di UIN GusDur berakar pada prinsip tauhid, yang menempatkan seluruh disiplin ilmu sebagai kesatuan epistemologis yang bersumber dari Allah SWT. Harmonisasi ini dimaksudkan secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis untuk menghasilkan lulusan yang unggul, moderat, humanis, dan sensitif terhadap moral dan sosial. Di UIN GusDur, paradigma harmonisasi keilmuan berfungsi sebagai kerangka konseptual dan pijakan praktis untuk kemajuan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan harmonisasi ilmu secara komprehensif untuk menjawab tantangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Ketika Etika Diuji di Lapangan: Studi Fenomenologi Internalisasi Nilai Profesi Keguruan Novita Kristiani; Mustika Dahlia; Siti Masykuroh; Nur Khasanah
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.01.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman secara mendalam bagaimana mahasiswa calon guru di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menginternalisasi nilai-nilai etika profesi keguruan melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali persepsi, pengalaman, dan pemaknaan subjektif mahasiswa terhadap proses internalisasi nilai-nilai etika profesi keguruan selama pelaksanaan PPL. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang telah menyelesaikan PPL, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami tiga fase internalisasi: (1) fase pengenalan norma etika di lingkungan sekolah, (2) fase konflik antara nilai ideal dan realitas lapangan, serta (3) fase pembentukan identitas profesional yang ditandai dengan internalisasi nilai secara autentik. Nilai-nilai yang terinternalisasi meliputi tanggung jawab, kedisiplinan, empati, dan komitmen profesional. Bimbingan guru serta tekanan situasional di kelas menjadi faktor pendorong utama terbentuknya kesadaran etis mahasiswa. Dengan demikian, PPL tidak sekadar wahana latihan mengajar, melainkan inkubator pembentukan identitas dan etika profesional calon guru yang autentik.