Sheren Dian Prasetyowati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PERSONALIZED SYSTEM FOR INSTRUCTION DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA, DAN KESEHATAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhammad Asywaq Abdillah; Ita Ameliya Rahmawati; Kinara Dwi Shafarani; Sheren Dian Prasetyowati; Danang Isworo Wijayanto
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti didominasi pendekatan seragam yang kurang mengakomodasi perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar siswa, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi, kemandirian, dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Personalized System for Instruction (PSI) dalam pembelajaran PJOK melalui metode Systematic Literature Review. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR dengan mengkaji artikel-artikel nasional yang diperoleh melalui database Google Scholar. Artikel yang dianalisis dibatasi pada publikasi tahun 2016-2024 dan diperoleh sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. menggunakan kata kunci “Personalized System for Instruction”, “PSI”, “Efektivitas”, dan “PJOK”. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model PSI secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kebugaran jasmani, keterampilan teknik dasar olahraga, motivasi belajar, kemandirian siswa, serta waktu aktif belajar. Model PSI terbukti mampu mengakomodasi perbedaan individu melalui pembelajaran mandiri, bertahap, dan berorientasi pada ketuntasan belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model PSI efektif diterapkan dalam pembelajaran PJOK pada berbagai jenjang pendidikan. Implikasinya, guru PJOK disarankan mengintegrasikan model PSI sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa dan bermakna.
REVOLUSI KARAKTER: MATEMATIKA SEBAGAI TOOLBOX UNTUK MENGATASI KRISIS MORAL GENERASI Sheren Dian Prasetyowati; Dita Ayuningtyas; Jihan Choiriyah; Ismail Fikri; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7020

Abstract

Pendidikan di era digital saat ini menghadapi tantangan kompleks, terutama terkait degradasi moral yang melanda Generasi Alpha akibat dampak negatif teknologi dan pergeseran dinamika sosial. Matematika, yang selama ini sering dipandang terbatas pada aspek kognitif, sebenarnya memiliki potensi strategis sebagai wahana pendidikan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran signifikan pembelajaran matematika dalam pembentukan karakter siswa, serta memaparkan konstruksi integrasi antara materi matematika dengan pendidikan akhlak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber primer meliputi jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan artikel akademik internasional yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matematika memiliki kontribusi vital dalam membentuk karakter melalui empat fokus utama: (1) Interpolasi pendidikan karakter secara implisit, di mana proses penyelesaian masalah matematika melatih sikap jujur dalam proses, ketelitian berpikir, dan ketekunan; (2) Pengelolaan karakter melalui perencanaan pembelajaran (RPP dan Silabus) yang dirancang secara eksplisit memuat nilai moral; (3) Pelaksanaan pembelajaran interaktif yang menanamkan budaya disiplin waktu, kerja sama tim, dan tanggung jawab; serta (4) Integrasi nilai-nilai Islam yang memadukan konsep matematika—seperti akurasi pengukuran dan prinsip keadilan dalam persamaan—dengan nilai spiritualitas. Disimpulkan bahwa matematika bukan sekadar instrumen pengembangan logika, melainkan perangkat revolusioner untuk membangun integritas moral siswa yang kokoh.