Sampah plastik jenis High Density Polyethylene (HDPE) merupakan salah satu limbah yang paling banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan memiliki karakteristik sulit terurai secara alami. Kondisi ini menuntut adanya upaya pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan produk eco-craft berbasis sampah HDPE di Bank Sampah Kalitan Bisa Kertonatan, Kartasura. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap dan sistematis, meliputi sosialisasi pemilahan sampah, pelatihan penggunaan alat produksi, proses produksi eco-craft, serta pendampingan dan evaluasi.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam memilah sampah HDPE serta mengoperasikan peralatan produksi, seperti mesin plastic shredder, injection moulding, dan power sander. Melalui proses produksi, mitra berhasil menghasilkan beberapa varian produk eco-craft, antara lain tatakan gelas, sisir, dan medali, dengan kualitas yang cukup baik dan konsisten. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan mendorong mitra untuk menjalankan proses produksi secara lebih mandiri dan terstruktur. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengolahan sampah HDPE melalui pendekatan eco-craft dapat meningkatkan nilai tambah limbah plastik, mendukung pengurangan sampah, serta berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis bank sampah. HDPE Waste Development through Eco Craft at the Kalitan Bisa Kertonatan Waste Bank, Kartasura Abstract High Density Polyethylene (HDPE) plastic waste is one of the most common types of household waste and is characterized by its resistance to natural degradation. This condition requires waste management efforts that not only focus on waste reduction but also create added value for the community. This Community Service Program (PKM) aims to develop HDPE-based eco-craft products at the Kalitan Bisa Waste Bank, Kertonatan, Kartasura. The implementation method was carried out in a structured and systematic manner, including waste sorting socialization, training on production equipment usage, eco-craft production processes, as well as continuous assistance and evaluation. The results of the program indicate an improvement in partners’ understanding and skills in sorting HDPE waste and operating production equipment such as plastic shredders, injection moulding machines, and power sanders. Through the production process, partners successfully produced several variants of eco-craft products, including coasters, combs, and medals, with consistent and satisfactory quality. Continuous mentoring encouraged partners to conduct the production process more independently and in an organized manner. This activity demonstrates that processing HDPE waste through an eco-craft approach can increase the added value of plastic waste, support waste reduction efforts, and contribute to community economic empowerment through waste bank–based initiatives.