Abstract:Community service is part of the Tri Dharma of Higher Education, which focuses on community empowerment through education. The low reading and numeracy skills of elementary school students in Sei Kamah II Village formed the basis for implementing a speed reading and numeracy training program through the Numeracy Literacy House. This program is designed to improve students' basic skills while fostering interest in learning through a participatory and collaborative approach. The methods used include repeated reading, a quick math challenge, and evaluation through pre- and post-tests. The results showed significant improvements: all students were able to read, the number of students who stuttered in reading decreased from 16% to 8%, and numeracy skills increased from 64% to 88%. The success of this program underscores the importance of sustainable numeracy literacy practices with the support of teachers and parents. These findings also demonstrate that creative approaches to learning can be an effective solution to basic education challenges, making this model worthy of replication in other schools with similar conditions. Keywords: Numeracy, Literacy, Speed Reading, Numeracy, Community Service Abstrak:Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. Rendahnya kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa sekolah dasar di Desa Sei Kamah II menjadi dasar dilaksanakannya program pelatihan membaca cepat dan berhitung melalui Rumah Literasi Numerasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dasar siswa sekaligus menumbuhkan minat belajar dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Metode yang digunakan meliputi membaca berulang (repeated reading), permainan berhitung cepat (quick math challenge), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan: seluruh siswa sudah mampu membaca, jumlah siswa yang membaca terbata-bata berkurang dari 16% menjadi 8%, dan kemampuan berhitung meningkat dari 64% menjadi 88%. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya pembiasaan literasi numerasi yang berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua. Temuan ini juga menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dalam pembelajaran dapat menjadi solusi efektif bagi permasalahan pendidikan dasar, sehingga model ini layak direplikasi di sekolah lain dengan kondisi serupa. Kata kunci: Berhitung, Literasi, Membaca Cepat, Numerasi, Pengabdian Masyarakat