Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas V dalam operasi pengurangan bilangan bulat yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS) pada pembelajaran matematika materi pengurangan bilangan bulat. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas V SD Negeri Cijaha. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menghitung pengurangan bilangan bulat. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan peningkatan aktivitas belajar dan persentase ketuntasan belajar siswa dengan patokan KKM sebesar 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra-siklus hanya 21,4% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah penerapan model TPS, persentase ketuntasan meningkat menjadi 46,4% pada siklus I dan mencapai 89% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model TPS efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta pemahaman konsep pengurangan bilangan bulat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V, serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna.