Elvaririn, Elvaririn
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Social Empirical

Motivasi Wisatawan Gen Z dalam Mengunjungi Objek Wisata Sejarah Lobang Jepang di Bukittinggi Dwi Sulistia Wati; Reri Damai Gea; Dira April Indria; Delmira Syafrini; Selfira Cania; Elvaririn, Elvaririn; Fira Fadila; Tiara Sabrina Wulandari; Zahra Najla; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.41

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya minat Generasi Z terhadap wisata sejarah, termasuk kunjungan ke objek wisata Lobang Jepang di Bukittinggi yang memiliki nilai historis penting terkait masa penjajahan Jepang. Objek wisata LobangĀ  JepangĀ  ini menarik Gen Z memaknai pengalaman wisata sejarah tersebut untuk rekreasi dan kebutuhan visual, atau juga melibatkan motivasi edukatif dan emosional yang berkaitan dengan pemahaman sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif kunjungan Generasi Z ke Lobang Jepang dengan mempertimbangkan aspek edukasi, emosi, rekreasi, estetika visual, serta dorongan sosial-digital. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus untuk menggali fenomena motivasi wisatawan Gen Z secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung untuk mengamati motif Gen Z secara spontan saat mengunjungi Lobang Jepang , dan wawancara mendalam dengan panduan pertanyaan terbuka agar informan bebas menceritakan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi Gen Z bersifat beraneka ragam. Di satu sisi, mereka terdorong untuk memahami sejarah kelam yang berkaitan dengan kerja paksa pada masa pendudukan Jepang, sehingga kunjungan menjadi sarana refleksi dan pembelajaran. Di sisi lain, motivasi rekreasi seperti menikmati pemandangan, refreshing, dan kebutuhan dokumentasi visual juga menjadi faktor penting. Dengan demikian, Lobang Jepang berfungsi sebagai destinasi yang menggabungkan nilai edukatif, emosional, dan rekreatif bagi Generasi Z.
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sosiologi pada Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Kecamatan Harau Raihani Sava Alzena; Amelia, Rezki Amelia Safitri; Elvaririn, Elvaririn; Fira Fadila; Karin Syafitri; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kerangka Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran Sosiologi kelas X di SMAN 1 Kecamatan Harau. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan karakter di era Kurikulum Merdeka serta kebutuhan pembentukan nilai moral pada peserta didik yang berada pada fase transisi remaja awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan nilai- nilai karakter seperti toleransi, gotong royong, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, dan kemampuan bernalar kritis dalam pembelajaran Sosiologi, terutama melalui materi diferensiasi sosial, kegiatan diskusi kelompok, dan kesepakatan kelas yang dibuat pada awal semester. Penerapan ini sejalan dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan sosial siswa. Namun, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, seperti pengaruh budaya digital, kurangnya keteladanan dari lingkungan keluarga, dan minimnya evaluasi karakter yang sistematis. Secara keseluruhan, penerapan pendidikan karakter di SMAN 1 Kecamatan Harau telah berjalan baik dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka, tetapi memerlukan penguatan kolaborasi sekolah,orang tua serta inovasi metode pembelajaran untuk meningkatkan efektivitasnya.