Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEVELOPING POP-UP BOOK MEDIA IN EARLY READING AT LOW CLASS Suci Oktaviana
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 5 (2021): September
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i5.8117

Abstract

This research was motivated by the lack of media in early reading at the low class. Pop-up book was a media that provided a more attractive visualization for students. Pop-up books provoked students' enthusiasm in reading and stimulated students' imagination. This type of research was development (R&D), using the ADDIE model consisting of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, evaluation. The data were obtained from the questionnaire filled in by validators and field experts viewed from 5 aspects, namely simplicity, emphasis, balance, integration, and media design. Then, the feasibility test by media experts obtained a percentage of 89.55% (very feasible), by material experts was 88.55% (very feasible), and by field experts on media design was 86.25% (very feasible), and on the material was 85.4% (very feasible). Overall, pop-up book media for early reading was very feasible.
Analisis Kebutuhan Rumah Sakit Di Kota Pematang Siantar Berbasis Pemetaan Marbun, Sahala Fransiskus; Mahara Sintong; Lastri Marsaulina; Grace Angelina; Indry Ramadina Purba; Shelvi P.R Tumangger; Nadra Rramadhani; M. Hayqal Adibya; Suci Oktaviana; Ainul Mardiah
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1002

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam menunjang derajat kesehatan masyarakat. Ketersediaannya harus disesuaikan dengan jumlah penduduk agar pelayanan berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan rumah sakit di Kota Pematangsiantar berdasarkan jumlah penduduk. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan data sekunder berupa jumlah penduduk dan jumlah rumah sakit. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual dengan standar kebutuhan, yaitu satu rumah sakit untuk setiap 100.000 penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rumah sakit telah melebihi kebutuhan minimal, namun masih terdapat ketidakseimbangan dalam ketersediaan fasilitas di beberapa wilayah. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang lebih baik dalam pembangunan fasilitas kesehatan.