p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farmaka
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN OBAT ANTIDIABETES DENGAN METODE MINIMUM MAXIMUM STOCK LEVEL DI KLINIK X BANDUNG (APRIL-JUNI 2025) Maharani, Devita Salsa; Lestari, Keri; Ramadhan, Iqbal Sujida; Zaerani, Rani
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.66725

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang optimal menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di klinik. Pengeloaan sediaan farmasi harus dapat memastikan ketersediaan obat yang memiliki mutu tinggi dan sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencegah terjadinya kekurangan obat (stockout) maupun kelebihan obat (stagnant). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan obat antidiabetes menggunakan metode Minimum-Maximum Stock Level (MMSL) di instalasi farmasi salah satu klinik di Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui tahapan pengumpulan data dan wawancara dengan apoteker di klinik terkait rata-rata penggunaan obat per hari, lead time, dan periode pengadaan pada 3 bulan terakhir yaitu April-Juni 2025, selanjutnya dilakukan perhitungan serta analisis menggunakan metode MMSL. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jenis obat antidiabetes yang tersedia di Klinik X Bandung. Sampel ditentukan berdasarkan data penggunaan obat yang tercatat dalam sistem pengelolaan obat. Jenis obat yang dianalisis terbatas pada golongan antidiabetes, sedangkan insulin dan obat lain di luar kategori tersebut tidak termasuk dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat antidiabetes dengan kebutuhan persediaan item tertinggi adalah Metformin 500 mg dengan batas minimum sebanyak 4.158 tablet dan batas maksimum sebanyak 13.068 tablet, sedangkan jumlah persediaan terendah adalah Fonylin MR 60 mg dengan batas minimum 30 tablet dan batas maksimum 180 tablet. Penerapan metode MMSL dapat dijadikan estimasi mengenai kebutuhan persediaan obat yang lebih terukur sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengadaan dan pengendalian obat di instalasi farmasi klinik.
ANALISIS KETERSEDIAAN OBAT PROGRAM RUJUK BALIK TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI APOTEK PRB X KOTA BANDUNG Amanah, Jasmine Calista; Ramadhan, Iqbal Sujida; Zaerani, Rani; Lestari, Keri
Farmaka Vol 24, No 1 (2026): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v24i1.69831

Abstract

Program Rujuk Balik (PRB) dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirancang untuk menjamin kesinambungan terapi pasien penyakit kronis, di mana ketersediaan obat di apotek PRB harus sesuai dengan Formularium Nasional (Fornas). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan obat PRB di salah satu apotek PRB di Kota Bandung terhadap Formularium Nasional berdasarkan nama obat dan kekuatan sediaan. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan data sekunder berupa data stok obat PRB pada bulan November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 188 item obat PRB yang tercantum dalam Formularium Nasional, sebanyak 106 item obat (56,38%) tersedia di apotek. Tingkat ketersediaan tertinggi ditemukan pada kategori terapi diabetes melitus yang mencapai 100%, sedangkan tidak ditemukan ketersediaan obat pada kategori terapi systemic lupus erythematosus (SLE). Kategori penyakit PRB lainnya, yaitu hipertensi, penyakit jantung, skizofrenia, asma, penyakit paru obstruktif kronik, epilepsi, dan stroke, menunjukkan tingkat ketersediaan yang bervariasi dan belum sepenuhnya sesuai dengan Formularium Nasional. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan obat PRB di apotek yang diteliti belum sepenuhnya memenuhi Formularium Nasional, sehingga diperlukan peningkatan perencanaan dan pengelolaan persediaan obat untuk menjamin kesinambungan terapi dan meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian bagi pasien PRB.