Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indonesian Marine Natural Product for Anticancer Sidik, Faizah Zahrah; Mustofa, Syazili; Kurniawaty, Evi; Rohman, Miftahur
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp107-115

Abstract

The development of anticancer drugs derived from marine products in Indonesia offers significant promise due to the country’s rich marine biodiversity. Marine organisms such as algae, sponges, and marine microorganisms are a valuable source of bioactive compounds with potential anticancer properties. These compounds, including polysaccharides, alkaloids, and peptides, exhibit the ability to inhibit cancer cell proliferation, induce apoptosis, and overcome drug resistance, presenting innovative solutions for cancer treatment. Key marine species being investigated include Eucheuma sp., Ulva lactuca, Gracilaria verrucosa, Sargassum polycystum, and Ecteinascidia turbinata, all of which show potent cytotoxicity and diverse mechanisms of action. However, challenges such as sustainable harvesting, compound isolation, and clinical testing must be addressed for these marine products to be successfully developed into therapeutic agents. This paper explores the current state of research on Indonesian marine products as anticancer agents, highlighting their bioactive properties and the opportunities and challenges in advancing these products toward clinical application. Keywords: anticancer, extract, Indonesia, marine products, secondary metabolite.
Penggunaan Finerenone pada Tatalaksana Penyakit Ginjal Kronik dengan Komorbiditas Diabetes Melitus Tipe 2: Sebuah Tinjauan Pustaka Sidik, Faizah Zahrah; Kurniawaty, Evi; Rohman, Miftahur; Mustofa, Syazili
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp127-132

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kelainan struktural atau fungsional ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan memiliki implikasi terhadap kesehatan. Salah satu faktor risiko utama PGK adalah diabetes melitus tipe 2, di mana hiperglikemia kronik menyebabkan aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron (RAAS), stres oksidatif, inflamasi, dan fibrosis yang berujung pada penurunan fungsi ginjal progresif. Meskipun terapi konvensional berbasis penghambatan RAAS telah menjadi standar tatalaksana, risiko progresivitas PGK dan kejadian kardiovaskular tetap tinggi. Finerenone, antagonis reseptor mineralokortikoid (MRA) nonsteroid selektif, menunjukkan manfaat klinis yang signifikan melalui efek renoprotektif dan kardioprotektif tanpa peningkatan bermakna terhadap risiko efek samping berat. Berdasarkan hasil berbagai uji klinis besar seperti FIDELIO-DKD, FIGARO-DKD, dan analisis gabungannya (FIDELITY), finerenone terbukti menurunkan risiko penurunan laju filtrasi glomerulus terestimasi (eGFR), gagal ginjal terminal, serta kejadian kardiovaskular mayor seperti infark miokard nonfatal dan gagal jantung. Efek terapeutik ini bersifat konsisten pada berbagai kelompok pasien, termasuk mereka yang menggunakan inhibitor SGLT2, serta independen terhadap kontrol glikemik dan resistensi insulin. Walaupun terdapat peningkatan risiko hiperkalemia, kejadian tersebut umumnya ringan, dapat diprediksi, dan dapat dikelola melalui pemantauan kadar kalium secara berkala. Dengan demikian, finerenone merupakan terapi tambahan yang efektif dan aman pada pasien PGK dengan diabetes melitus tipe 2, dengan potensi memperlambat progresi penyakit ginjal serta menurunkan risiko kejadian kardiovaskular jangka panjang. Kata kunci: penyakit ginjal kronik, diabetes melitus, finerenone