Meirantika, Ruping
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Silase Berdasarkan Jenis Hijauan Pakan Ternak Dan Pemberian Molase Winarti, Atik; Muarifah, Hanum; Wahyuni, Rini Dwi; Ardilla, Yohana Nanita Nansy; Helmi, Muhammad; Meirantika, Ruping
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.7

Abstract

Ketersediaan pakan yang stabil merupakan tantangan utama dalam peternakan, dan silase adalah metode pengawetan yang efektif melalui fermentasi. Kualitas silase ditentukan oleh bahan baku dan aditif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara kualitatif pengaruh kombinasi hijauan pakan ternak dan tingkat penambahan molase terhadap kualitas silase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 perlakuan P1 (rumput gajah), P2 (rumput gajah + molase), P3 (tebon jagung), P4 (tebon jagung + molase), P5 (gamal), P6 (gamal + molase), P7 (lamtoro), P8 (lamtoro + molase), P9 (rumput gajah + gamal), P10 (rumput gajah + gamal + molase), P11 (tebon jagung + gamal), P12 (tebon jagung + gamal + molase), P13 (rumput gajah + lamtoro), P14 (rumput gajah + lamtoro + molase), P15 (tebon jagung + lamtoro), dan P16 (tebon jagung + lamtoro + molase) dan 2 ulangan. Silase diinkubasi secara anaerob selama 21 hari. Parameter yang dianalisis meliputi warna, aroma, tekstur, kontaminasi jamur, dan pH. Data dianalisis secara deskriptif pada variabel organoleptik dan menggunakan RAL untuk variabel kuantitatif. Seluruh perlakuan menunjukkan proses fermentasi yang optimal. Aroma seluruh sampel adalah asam segar, warna berubah konsisten menjadi hijau kecokelatan dan tekstur berubah dari segar/keras menjadi layu/lunak. pH seluruh perlakuan turun secara signifikan dari netral (6,7–7,4) menjadi asam (3,9–4,9), menunjukkan fermentasi yang efektif oleh BAL. Jenis hijauan dan penambahan molase tidak memengaruhi aroma, warna, tekstur, maupun pH akhir silase. Kontaminasi jamur pasca-fermentasi terjadi pada 75% sampel, namun sebagian besar terbatas pada salah satu ulangan (68,75%), dengan hanya 6,25% (P6) yang terkontaminasi pada semua ulangan. Seluruh perlakuan menghasilkan silase berkualitas baik dengan ciri-ciri fisik dan kimia yang seragam (aroma asam segar, hijau kecokelatan, pH rendah, tekstur lunak).