Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Antioksidan dan Antikeputihan Pada Formulasi Sediaan Body Wash Ekstrak Beras Merah dan Hitam Sebagai Produk Bioteknologi Pertanian, Kebidanan dan Farmasi Rezaldi, Firman; Sutaryono, Sutaryono; Wijayanti, Wijayanti; Yudianto, Tri; Maritha, Vevi; Gumilar, Roni; Perkasa, Bifil Tanjung
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.149

Abstract

Antioksidan dari suatu produk hasil pertanian pada ekstrak beras merah dan hitam dapat digunakan sebagai produk bioteknologi yang ramah lingkungan bagi bidang pertanian, kebidanan, dan farmasi dalam upaya menangkal radikal bebas dan mencegah terjadinya keputihan oleh jamur Candida albicans. Radikal bebas pun disinyalir oleh adanya kerusakan pada jaringan bagi asam lemak, dan penghilang elastisitas pada kulit sebagai penyebab terjadinya penuaan. Hal tersebut menjadi kulit keriput dan kering. Kulit yang terserang radikal bebas pun berpotensi bagi kaum wanita yang mudah mengalami penuaan secara dini juga menyebabkan terjadinya keputihan, sehingga dibutuhkan perawatan oleh sediaan sabun mandi yang berbahan aktif ekstrak beras merah dan hitam. Penelitian sebelumnya telah menjelaskan bahwa ekstrak beras merah dan hitam mengandung senyawa bioaktif seperti okoferol, tokotrienol, gamma oryzanol, antioksidan fenolik dan β-karoten yang berpotensi dalam menangkal radikal bebas dan antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan body wash yang berbahan aktif ekstrak beras merah dan hitam sebagai sumber antioksidan dan antifungi Candida albicans. Metode pengujian antioksidan dilakukan dengan menggunakan DPPH dan antifungi digunakan melalui difusi cakram. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa Formulasi dan sediaan body wash ekstrak beras merah dan hitam konsentrasi 40% merupakan perlakuan terbaik sebagai sumber antioksidan jika dibandingkan konsentrasi 20% dan 30% dimana nilai IC50 sebesar 36,78 ppm dengan kategori antioksidan sangat kuat. Hasil penelitian pada sediaan sabun mandi ekstrak beras merah dan hitam berdasarkan uji ANOVA satu jalur dengan nilai P>0,05 terbukti bahwa pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antifungi Candida albicans dimana rata-rata diameter zona hambat sebesar 12,25 mm dengan kategori kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah formulasi dan sediaan body wash ekstrak beras merah dan hitam pada konsentrasi 40% merupakan perlakuan yang optimal sebagai sumber antioksidan maupun antifungi Candida albicans.