AbstractWaste has become one of the most crucial environmental issues faced by almost all countries in the world. Improper waste management can cause serious problems in everyday life. Introduction and growing awareness of waste management through waste sorting education should be given and implemented from an early age. The purpose of this activity is to contribute to a holistic local solution to environmental awareness of waste management, especially among elementary school children. Community service activities carried out by the 38th KKN Collaboration group of UIN Gusdur and UIN Saizu were carried out in 3 places, namely SD N 1 Kertijayan, SD N 3 Kertijayan and MIS Kertijayan. The service activities succeeded in raising environmental awareness of waste sorting among elementary school-aged children in Kertijayan Village. Through socialization activities using lecture methods, simulations, demonstrations and mentoring for inorganic waste recycling, it was proven to be capable and effective in improving students' knowledge, attitudes and skills. Students not only understood the concept of waste sorting, but also began to instill it in their daily lives at school. This activity is the first step in building a culture of environmental awareness from an early age, which is expected to make a real contribution to sustainable waste management efforts in the school environment. Keywords: Awareness, waste sorting and students AbstrakSampah telah menjadi salah satu isu lingkungan yang paling krusial yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia. Pengelolaan sampah yang tidak benar dapat menimbulkan masalah yang serius dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan dan penumbuhan kesadaran pengelolaan sampah melalui edukasi pemilihan sampah seharusnya diberikan dan diterapkan sejak dini, Tujuan dari kegiatan ini yaitu berkontribusi pada solusi lokal yang holistik terhadap kesadaran lingkungan terhadap pengelolaan sampah terutama pada anak sekolah tingkat dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh kelompok 38 KKN Kolaborasi UIN Gusdur dan UIN Saizu dilakukan pada 3 tempat, yaitu SD N 1 Kertijayan, SD N 3 Kertijayan dan MIS Kertijayan. Kegiatan pengabdian tersebut berhasil menumbuhkan kesadaran lingkungan terhadap pemilahan sampah pada anak usia sekolah dasar di Desa Kertijayan. Melalui kegiatan sosialisasi dengan metode ceramah, simulasi, demontrasi dan pendampingan daur ulang sampah anorganik terbukti mampu dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa. Siswa tidak hanya memahami konsep pemilahan sampah, tetapi juga mulai mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini yang diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kata kunci : Kesadaran, pemilahan sampah dan siswa