Fatahillah, Rizal Sofyana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN BERKARYA BATIK CAP DENGAN STEMPEL BERBAHAN KERTAS TEBAL PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 UNGARAN Rizal Sofyana Fatahillah; Ratih Ayu Pratiwinindya
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 12 No 3 (2023): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan Indonesia yang memiliki kerumitan tinggi dan dibuat dengan proses yang panjang. SMP Negeri 1 Ungaran menerapkan pembelajaran batik cap bagi kelas IX, stempel yang digunakan siswa dibuat dari bahan kertas tebal dan merupakan hasil karya siswa. Jauh sebelum pembelajaran tersebut dilaksanakan, SMP Negeri 1 Ungaran telah melaksanakan pembelajaran batik dengan teknik canting, tetapi ditemui banyak kendala. Tujuan penelitian ini yakni (1) pelaksanaan pembelajaran batik yang sebelumnya telah terlaksana di kelas IX SMP Negeri 1 Ungaran, (2) mendeskripsikan bentuk pengembangan stempel batik berbahan kertas tebal oleh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Ungaran, dan (3) menjelaskan proses penerapan stempel batik berbahan kertas tebal oleh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Ungaran pada kain, (4) mendeskripsikan hasil dan evaluasi penerapan stempel batik berbahan kertas tebal oleh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Ungaran pada kain. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran batik canting, siswa menghasilkan karya yang tidak begitu rapi dan ditemui berbagai kendala dalam pelaksanaannya. Meskipun demikian, siswa menghasilkan karya secara tuntas dengan hasil yang relatif baik bagi anak seusia SMP, serta menunjukkan minat yang baik. Dalam pembelajaran pengembangan stempel batik berbahan kertas tebal, siswa menghasilkan karya batik cap yang relatif baik serta menunjukkan sikap dan tanggung jawab yang baik. Sebagian besar siswa telah membuat karya dalam kategori yang baik, dengan perolehan nilai 87-95. Siswa memiliki tanggung jawab yang baik. Seluruh siswa mengumpulkan tugas proyek yang diberikan.
Implementation of East Javanese Local Culture in Graphic Design Elements in Students’ Final Projects: A Literature Review Patria, Asidigisianti Surya; Hafidz, Abdul; Nurwicaksono, Bayu Dwi; Wardani, Ayusta Lukita; Laksmi, Arieviana Ayu; Kurniawan, Yudiyanto Tri; Hidayanti, Henny; Machfud, Mochammad Abdul; Fatahillah, Rizal Sofyana; Kasdan, Junaini Binti; Tangkin, Hong; Apriyansyah, Bahalwan; Pratama, Hanny Chandra; Nugroho, David
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 7 No. 4 (2025): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v7i4.14932

Abstract

The background of this research departs from the challenges of globalization that cause visual homogenization and erode local cultural identity. Graphic design is a strategic medium in bridging tradition with modernity, by adapting cultural elements such as batik motifs, Javanese script typography, to cultural icons Reog and Karapan Sapi. This study aims to analyze the integration of East Java local wisdom values in contemporary graphic design through a literature study approach and descriptive qualitative analysis. The research method was carried out by reviewing 215 articles selected using the PRISMA protocol until there were 15 relevant main sources. The results of the study show that there are four main trends in graphic design based on local wisdom, namely the symbolization of performance culture and language (30%), culinary branding and local products (29%), the revitalization of cultural narratives on digital platforms (22%), and the abstraction of traditional crafts into visual assets (18%). The value of the interconnectedness between keywords shows that graphic design is now strongly integrated with interactive technology, education, and the creative economy. In conclusion, the application of East Java's local wisdom in graphic design not only strengthens the region's visual identity but also opens up opportunities for sustainable creative economy innovation.