Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN BUNUH DIRI PADA REMAJA: LITERATUR REVIEW Yuli Setia Anggreani; Nina Pamela Sari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/w204rr19

Abstract

Bunuh diri di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin mendesak, dipengaruhi oleh banyak faktor penentu psikologis, sosial, dan lingkungan. Selama tahap perkembangan yang penuh gejolak ini, remaja menghadapi stres yang signifikan, termasuk tekanan akademis, perselisihan keluarga, pengalaman intimidasi, fluktuasi emosional, dan stigmatisasi yang terkait dengan kesehatan mental, membuat mereka rentan terhadap ide dan perilaku bunuh diri. Tinjauan literatur ini berusaha untuk menggambarkan faktor-faktor risiko yang memicu timbulnya perilaku bunuh diri pada remaja, serta untuk meneliti peran entitas komunitas termasuk keluarga, teman sebaya, lembaga pendidikan, dan konteks sosial yang lebih luas dalam inisiatif pencegahan. Sebuah tinjauan analitis dilakukan dari lima artikel ilmiah, yang terdiri dari tiga investigasi kuantitatif yang meneliti korelasi antara dukungan sosial dan ide bunuh diri, Non-Suicide Self-Cedera (NSSI), bersama dengan risiko bunuh diri, dan dua studi kualitatif dan layanan masyarakat yang mengeksplorasi intervensi pencegahan dan sinergi komunal yang bertujuan untuk mengurangi perilaku bunuh diri. Temuan tinjauan ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan teman sebaya memberikan pengaruh perlindungan yang signifikan, sementara intervensi yang berakar pada pelatihan manajemen diri menunjukkan kemanjuran dalam meningkatkan kemampuan pengaturan diri remaja. Selain itu, upaya kolaboratif di antara perguruan tinggi, profesional kesehatan mental, dan lembaga pemerintah sangat penting dalam pembentukan kerangka kerja pencegahan bunuh diri yang komprehensif. Hasil ini menegaskan bahwa pencegahan bunuh diri yang efektif memerlukan keterlibatan kolektif dari beberapa pemangku kepentingan, penanaman lingkungan yang mendukung, promosi praktik komunikasi yang sehat, dan peningkatan literasi kesehatan mental untuk meningkatkan ketahanan psikologis remaja.
LITERATURE REVIEW: PENDEKATAN HOLISTIK DALAM KEPERAWATAN GAWAT DARURAT Syifa Yuhanida Thohir; Yuli Setia Anggreani; Aziz; Ida Rosidawati; Hana Ariani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fby1k885

Abstract

Keperawatan gawat darurat menuntut respons cepat dan tepat pada kondisi kritis, namun intervensi yang hanya berfokus pada masalah fisik seringkali mengabaikan kebutuhan psikososial, spiritual, dan konteks keluarga pasien. Pendekatan holistik menawarkan kerangka kerja yang menyatukan aspek biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan untuk meningkatkan keseluruhan hasil perawatan dalam situasi gawat darurat. Artikel tinjauan pustaka ini bertujuan merangkum teori dasar, model praktik, bukti empiris, tantangan implementasi, dan rekomendasi praktis terkait penerapan pendekatan holistik dalam keperawatan gawat darurat. Selain itu, artikel ini bertujuan mengidentifikasi sejauh mana pendekatan holistik telah diintegrasikan dalam praktik klinis, mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, serta memetakan kesenjangan penelitian yang masih perlu dikembangkan untuk memperkuat implementasi holistik di unit gawat darurat. Penelusuran literatur dilakukan pada database ilmiah (Google Scholar) dengan kata kunci terkait “keperawatan holistic”, “keperawatan gawat darurat”. Artikel yang dibahas meliputi tinjauan teori, studi kualitatif dan kuantitatif, serta pedoman praktik dari rentang tahun relevan. Analisis tematik digunakan untuk mensintesis temuan. Literatur menunjukkan bahwa pendekatan holistik di gawat darurat meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga, mempermudah pengambilan keputusan etis, dan berpotensi menurunkan komplikasi psikologis pasca-krisis. Unsur kunci meliputi asesmen komprehensif (fisik, emosional, sosial, spiritual), komunikasi efektif, keterlibatan keluarga, kolaborasi interprofesional, dan adaptasi lingkungan pelayanan. Hambatan utama adalah keterbatasan waktu, beban kerja tinggi, pelatihan yang belum memadai, dan kurangnya kebijakan institusional. Pendekatan holistik relevan dan bermanfaat dalam praktik keperawatan gawat darurat, tetapi memerlukan pelatihan khusus, dukungan manajerial, dan penyesuaian alur kerja untuk penerapan yang berkelanjutan. Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup studi intervensi terkontrol, analisis biaya-manfaat, dan pengembangan indikator mutu holistik yang spesifik untuk unit gawat darurat.