Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: PENDEKATAN HOLISTIK DALAM KEPERAWATAN GAWAT DARURAT Syifa Yuhanida Thohir; Yuli Setia Anggreani; Aziz; Ida Rosidawati; Hana Ariani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fby1k885

Abstract

Keperawatan gawat darurat menuntut respons cepat dan tepat pada kondisi kritis, namun intervensi yang hanya berfokus pada masalah fisik seringkali mengabaikan kebutuhan psikososial, spiritual, dan konteks keluarga pasien. Pendekatan holistik menawarkan kerangka kerja yang menyatukan aspek biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan untuk meningkatkan keseluruhan hasil perawatan dalam situasi gawat darurat. Artikel tinjauan pustaka ini bertujuan merangkum teori dasar, model praktik, bukti empiris, tantangan implementasi, dan rekomendasi praktis terkait penerapan pendekatan holistik dalam keperawatan gawat darurat. Selain itu, artikel ini bertujuan mengidentifikasi sejauh mana pendekatan holistik telah diintegrasikan dalam praktik klinis, mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, serta memetakan kesenjangan penelitian yang masih perlu dikembangkan untuk memperkuat implementasi holistik di unit gawat darurat. Penelusuran literatur dilakukan pada database ilmiah (Google Scholar) dengan kata kunci terkait “keperawatan holistic”, “keperawatan gawat darurat”. Artikel yang dibahas meliputi tinjauan teori, studi kualitatif dan kuantitatif, serta pedoman praktik dari rentang tahun relevan. Analisis tematik digunakan untuk mensintesis temuan. Literatur menunjukkan bahwa pendekatan holistik di gawat darurat meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga, mempermudah pengambilan keputusan etis, dan berpotensi menurunkan komplikasi psikologis pasca-krisis. Unsur kunci meliputi asesmen komprehensif (fisik, emosional, sosial, spiritual), komunikasi efektif, keterlibatan keluarga, kolaborasi interprofesional, dan adaptasi lingkungan pelayanan. Hambatan utama adalah keterbatasan waktu, beban kerja tinggi, pelatihan yang belum memadai, dan kurangnya kebijakan institusional. Pendekatan holistik relevan dan bermanfaat dalam praktik keperawatan gawat darurat, tetapi memerlukan pelatihan khusus, dukungan manajerial, dan penyesuaian alur kerja untuk penerapan yang berkelanjutan. Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup studi intervensi terkontrol, analisis biaya-manfaat, dan pengembangan indikator mutu holistik yang spesifik untuk unit gawat darurat.
LITERATURE REVIEW : KOMUNIKASI KOLABORATIF PERAWAT-DOKTER DALAM PENANGANAN TRAUMA Dara Putri Handayani; Tiara Cantika Solihat; Zidan Riski Restu; Hana Ariani; Ida Rosidawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/zhed9k35

Abstract

Trauma merupakan kondisi yang menyebabkan gangguan atau kerusakan pada jaringan tubuh akibat kekerasan atau ruda paksa, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Dalam konteks pelayanan trauma, komunikasi kolaboratif antara perawat dan dokter menjadi komponen krusial untuk memastikan mutu perawatan yang optimal. Komunikasi yang efektif memungkinkan pertukaran informasi penting, pengambilan keputusan bersama, serta identifikasi dan penyelesaian hambatan dalam proses perawatan. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi kolaboratif perawat–dokter dalam penanganan trauma, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi, serta meninjau dampaknya terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah telaah sistematis terhadap artikel ilmiah yang relevan dari berbagai basis data kesehatan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa komunikasi yang baik tidak hanya meningkatkan koordinasi antarprofesional, tetapi juga berkontribusi pada percepatan intervensi, ketepatan tindakan klinis, serta penurunan risiko komplikasi pada pasien trauma. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kemampuan komunikasi interprofesional dan implementasi sistem kolaboratif dalam lingkungan pelayanan kesehatan guna meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan trauma secara berkelanjutan.