Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana organisasi kemahasiswaan di UIN Walisongo Semarang berperan dalam membentuk keterhubungan sosial dan dukungan emosional bagi mahasiswa melalui pengalaman mereka selama terlibat dalam kegiatan organisasi. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman subjektif delapan mahasiswa aktif dari berbagai organisasi, dengan teknik wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas organisasi bukan hanya menjadi wadah pelaksanaan program kerja, tetapi juga ruang yang memperkuat relasi antaranggota melalui komunikasi yang hangat, kerja sama, dan interaksi informal. Mahasiswa merasa lebih diterima, dihargai, dan didukung secara emosional melalui kebiasaan saling mendengarkan, berbagi beban, serta memberikan semangat ketika menghadapi tekanan akademik maupun tugas organisasi. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa pengalaman berorganisasi memiliki makna personal bagi mahasiswa, seperti peningkatan kepercayaan diri, berkembangnya kemampuan sosial, dan tumbuhnya rasa memiliki terhadap kelompok. Selain itu, dukungan emosional yang diperoleh memberikan dampak positif terhadap ketahanan psikologis, motivasi, dan kemampuan mengelola stres. Penelitian ini menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan berfungsi sebagai ruang pertumbuhan sosial-emosional yang penting, meskipun hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas mengingat keterbatasan jumlah informan. Secara praktis, hasil ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pembinaan organisasi agar semakin memperkuat aspek hubungan sosial dan kesejahteraan emosional mahasiswa.