Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Kasus Stunting pada Anak TBC Usia 36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Kota Semarang Tahun 2024 Luluk Nur Fadhillah Mukminurrahmah; Lauren Cahayarsi; Latifatun Nisa; Nella Vallen; Saedatun Saedatun
Jurnal Medika Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v3i1.1701

Abstract

Stunting remains a major public health issue in Indonesia, including in Semarang City. Stunting can be exacerbated by infectious diseases such as tuberculosis (TB), which hinder nutrient absorption and child growth. This study aims to evaluate risk factors and the effectiveness of interventions in managing stunting in children with TB infection in the working area of Puskesmas Mangkang. This research employs a case study design with an observational approach. Data were collected through home visits, child growth monitoring, and collaboration with healthcare professionals in providing interventions such as Supplementary Feeding (PMT) and milk. The results of this research is A 36-month-old child with stunting and TB infection showed an increase in weight and height after receiving interventions for eight weeks. However, the increase was not significant. Risk factors contributing to stunting in this case included a history of Low Birth Weight (LBW), poor dietary habits, and ongoing TB infection treatment. Conclusion: Managing stunting in children with TB infection should be conducted gradually, with a primary focus on treating the infection before optimizing nutritional status. A multidisciplinary approach, including nutritional therapy, regular monitoring, and family education, is essential for more effective results.
Pengaruh Program Edukasi Berbasis Peer Education terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terkait Pemeriksaan Payudara Sendiri Latifatun Nisa; Qomariyah Qomariyah; Kristina Maharani
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): October : Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i4.1693

Abstract

Breast carcinoma, commonly known as breast cancer, is a type of malignancy that occurs in the milk-producing ducts and sacs of the breast. Breast cancer is the second leading cause of death in Indonesia, after lung cancer. One of the early steps in detecting breast cancer is through breast self-examination (BSE). Although BSE can help detect lumps or abnormalities in the breast, many adolescent girls are unaware of how to perform this examination or its importance. One reason for this is the lack of education regarding the correct method and the significance of performing BSE regularly. Therefore, an effective educational approach is needed, such as peer education, where peers provide information to their fellow students about the importance of self-breast examination. The purpose of this study is to analyze the impact of a peer education program on improving adolescent girls' knowledge of BSE. This research uses a quantitative method with a quasi-experimental design, specifically a one-group pretest-posttest design. The population in this study consisted of female students from grades X and XII at SMK Nurul Islami Semarang, with a sample of 35 students selected through simple random sampling. Data collection was carried out using a questionnaire that included questions about the students' knowledge of self-breast examination. The results were analyzed using the Wilcoxon test, which showed an Asymp Sig (2-tailed) value of 0.000, which is smaller than 0.05. This indicates that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted, meaning there is a significant effect of the peer education program on increasing adolescent girls' knowledge of BSE. The findings of this study suggest that peer education is an effective method for raising awareness among adolescent girls about the importance of early breast cancer detection, thus encouraging them to perform self-breast examinations more regularly.
ANALISIS PENERIMAAN DIRI LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WREDHA DITINJAU DARI KETIDAKADAAN DUKUNGAN KELUARGA Tribuana Tunggal Dewi; Muhammad Aditya Prasetyo Sulistiono; Sien Karsiya Sidik; Isna Laily Istiqomah; Asti Setyaningsih; Ardaeta Nadia Rahmawati; Latifatun Nisa; Asfia’ul Auliya; Mohamad Aria Eka Pranata; Siti Hikmah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1884

Abstract

Penerimaan diri lansia yang tinggal di panti wredha merupakan hal yang krusial, terutama ketika tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan diri lansia yang tinggal di panti wredha dalam konteks ketidakadaan dukungan keluarga. Fokus utama dalam penelitian kali ini adalah mengeksplorasi penerimaan diri dalam berbagai perubahan fisik, psikis, moral dan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan melibatkan 5 orang lansia berjenis kelamin perempuan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan model Miles dan Huberman (1992) melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia mengalaMI penerimaan diri dengan berbagai cara dalam menerima perubahan fisik yang menurun, menyesuaikan diri secara psikis dengan meningkatkan kesadaran dan rasa syukur, membangun hubungan sosial yang mendukung dengan lansia lain dan pengasuh panti, serta mempertahankan nilai- nilai moral dengan berpegang pada keyakinan. Penelitian ini mengungkapkan meskipun tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, para lansia tetap dapat mencapai penerimaan diri yang didukung dari penyesuaian diri dan dukungan sosial dari lingkungan panti dan nilai nilai spiritualitas Penelitian ini menyarankan panti untuk memperhatikan dan mengembangkan progam program pendampingan psikososial yang berfokus pada penguatan aspek psikis, sosial, dan spiritual lansia guna mendukung proses penerimaan diri lansia di panti wredha.
ORGANISASI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KETERHUBUNGAN SOSIAL DAN DUKUNGAN EMOSIONAL MAHASISWA Latifatun Nisa; Hana Fitri; Inas Dzihni Zahiroh; Ar Rayyan Mukti; Siti Hikmah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/pentxp64

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana organisasi kemahasiswaan di UIN Walisongo Semarang berperan dalam membentuk keterhubungan sosial dan dukungan emosional bagi mahasiswa melalui pengalaman mereka selama terlibat dalam kegiatan organisasi. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman subjektif delapan mahasiswa aktif dari berbagai organisasi, dengan teknik wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas organisasi bukan hanya menjadi wadah pelaksanaan program kerja, tetapi juga ruang yang memperkuat relasi antaranggota melalui komunikasi yang hangat, kerja sama, dan interaksi informal. Mahasiswa merasa lebih diterima, dihargai, dan didukung secara emosional melalui kebiasaan saling mendengarkan, berbagi beban, serta memberikan semangat ketika menghadapi tekanan akademik maupun tugas organisasi. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa pengalaman berorganisasi memiliki makna personal bagi mahasiswa, seperti peningkatan kepercayaan diri, berkembangnya kemampuan sosial, dan tumbuhnya rasa memiliki terhadap kelompok. Selain itu, dukungan emosional yang diperoleh memberikan dampak positif terhadap ketahanan psikologis, motivasi, dan kemampuan mengelola stres. Penelitian ini menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan berfungsi sebagai ruang pertumbuhan sosial-emosional yang penting, meskipun hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas mengingat keterbatasan jumlah informan. Secara praktis, hasil ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pembinaan organisasi agar semakin memperkuat aspek hubungan sosial dan kesejahteraan emosional mahasiswa.
PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL: STRATEGI REGULASI EMOSI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK PANTI ASUHAN AL-HIKMAH SEMARANG Adzwa Izzaniya; Asfia’ul Auliya; Mohammad Aria Eka Pranata; Erfina Narsi Agustin; Latifatun Nisa; Dewi Ambarwati; Inas Dzihni Zahiroh; Dewi Khurun Aini
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/gtwc8z82

Abstract

Anak panti asuhan sering kesulitan mengelola emosi akibat keterbatasan dukungan emosional dan pengalaman kehilangan pengasuhan, yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak Panti Asuhan Al-Hikmah mengenali dan mengatur emosi melalui psikoedukasi kesehatan mental. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Service-Learning dilakukan secara Promotif (SL) dengan desain pre-test dan post-test yang melibatkan 10 anak berusia 12–16 tahun. Intervensi mencakup pemberian materi mengenai jenis-jenis emosi, cara memahami perasaan, serta strategi regulasi sederhana seperti menarik napas, berhenti sejenak, ekspresi emosi melalui menggambar, dan bercerita mengenai gambar yang telah dibuat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak dalam mengenali dan mengelola emosi secara sehat. Anak belajar bahwa mengatur emosi bukan menekan perasaan, tetapi mengendalikan respons dengan tenang. Mereka mulai menerapkan teknik coping dan lebih berani mengekspresikan perasaan melalui gambar. Temuan ini menegaskan bahwa psikoedukasi dengan pendekatan SL dalam upaya promotif efektif meningkatkan kesadaran emosional dan kesejahteraan psikologis anak panti asuhan.