Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT UNTUK PENURUNAN NYERI DISMENORE: SYSTEMATIC REVIEW Muhammad Taopik Ambari; Lilis Lismayanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/vakgy387

Abstract

Nyeri haid, atau dismenore, adalah masalah umum di kalangan remaja perempuan yang seringkali mengganggu kegiatan sehari-hari dan suasana hati mereka. Salah satu metode non-obat yang telah terbukti ampuh dalam meredakan nyeri dismenore adalah dengan menerapkan kompres hangat. Tujuan studi ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif terapi kompres hangat dalam mengurangi nyeri dismenore melalui peninjauan sistematis. Informasi dikumpulkan dari Google Scholar dan Semantic Scholar dengan memilih artikel yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Setelah proses pencarian, lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan metode PRISMA. Setiap studi menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan perbedaan dalam jumlah peserta. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan kompres hangat secara signifikan mampu menurunkan tingkat nyeri pada remaja perempuan yang menderita dismenore, mengubahnya dari kategori nyeri sedang atau berat menjadi ringan. Cara kerja terapi ini melibatkan pelebaran pembuluh darah di area tertentu, meningkatkan aliran darah ke perut, serta membantu mengendurkan otot-otot rahim yang tegang. Efek panas juga mempercepat pelepasan substansi penyebab nyeri (seperti prostaglandin), yang secara langsung membantu mengurangi rasa sakit. Selain itu, cara ini mudah dilakukan, ekonomis, dan dapat diterapkan sendiri. Kesimpulan dari studi ini mengindikasikan bahwa terapi kompres hangat dapat menjadi alternatif non-obat yang efektif untuk mengatasi nyeri dismenore. Direkomendasikan agar institusi pendidikan memasukkan pelatihan tentang teknik ini agar remaja dapat mengelola dismenore secara mandiri, serta melakukan penelitian lebih lanjut dengan kelompok kontrol yang lebih besar untuk memperkuat bukti ilmiah.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT SEBAGAI STRATEGI PENURUNAN KECEMASAN KLIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD): LITERATURE REVIEW Intan Januaristi; Muhammad Taopik Ambari; Ida Rosidawati; Hana Ariyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tbhqxh39

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah lingkungan klinis di mana ada situasi darurat dan ketidakpastian tinggi, yang membuat pasien dan keluarganya sangat cemas. Dianggap sebagai intervensi non-farmakologis yang penting untuk meredakan kecemasan ini, komunikasi terapeutik perawat dianggap penting. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk melihat bagaimana komunikasi terapeutik perawat dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan di IGD. Berdasarkan metodologi kajian literatur, tinjauan ini merangkum temuan lima artikel penelitian yang relevan dari tahun 2020 hingga 2025. Dengan menggunakan desain analitik korelatif, cross-sectional, dan pre-test post-test, pasien dan keluarga mereka digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil dari semua studi menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan—atau korelasi—antara komunikasi terapeutik perawat dan penurunan tingkat kecemasan. Dalam sebagian besar penelitian, ditemukan bahwa komunikasi terapeutik yang efektif mampu mengubah mayoritas responden dari kategori cemas sedang menjadi tidak cemas atau cemas ringan (p - 0,036). Selain itu, ada bukti bahwa pendekatan komunikasi yang informatif, seperti menggunakan slogan seperti Know, Check, dan Ask, dapat membantu mengurangi kecemasan keluarga pasien. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik perawat adalah strategi berbasis bukti yang sangat efektif dalam mengurangi kecemasan dan merupakan komponen penting dari asuhan keperawatan di ruang gawat darurat.