Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU: TELAAH ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, DAN METODOLOGIS Ahmad Amri; Faizal; Safari Daud
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3jrasv91

Abstract

Ilmu pengetahuan memiliki peran sentral dalam perkembangan peradaban manusia, namun pengembangannya tidak dapat dilepaskan dari persoalan-persoalan filosofis mengenai hakikat, sumber, dan cara memperolehnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hakikat ilmu pengetahuan, landasan epistemologisnya, serta proses perolehan dan validasi pengetahuan dalam perspektif filsafat ilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap pemikiran filsafat klasik hingga kontemporer, meliputi empirisme, rasionalisme, kritisisme Kantian, falsifikasionisme Karl Popper, teori paradigma Thomas Kuhn, dan konstruktivisme sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan bukanlah entitas yang statis dan tunggal, melainkan konstruk dinamis yang terbentuk melalui interaksi antara pengalaman empiris, akal budi, serta konteks sosial-historis komunitas ilmiah. Sumber pengetahuan tidak hanya bersandar pada pengalaman indrawi dan rasio, tetapi juga mencakup intuisi, wahyu, otoritas, dan tradisi, yang masing-masing memiliki landasan validitas serta keterbatasan epistemologis. Selain itu, cara memperoleh ilmu pengetahuan berkembang secara pluralistik melalui metode deduktif, induktif, kritis, hermeneutis, dan abduktif, sesuai dengan karakter dan tujuan kajian keilmuan. Kajian ini menegaskan pentingnya kesadaran filosofis dalam praktik penelitian agar produksi ilmu pengetahuan berlangsung secara reflektif, bertanggung jawab, dan relevan dengan tantangan epistemologis kontemporer.
FALSIFIKASI SEBAGAI FONDASI ILMU: ANALISIS KRITIS TERHADAP EPISTEMOLOGI KARL POPPER Erna Martia Anggraini; Faizal; Safari Daud
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tx5p9f88

Abstract

Konsep falsifikasi sebagai fondasi ilmu dalam epistemologi Karl Popper. Popper menolak tradisi induktivisme positivistik yang menganggap ilmu berkembang melalui verifikasi akumulatif, dan mengajukan falsifiabilitas sebagai kriteria utama keilmuan. Menurut Popper, suatu teori hanya dapat dianggap ilmiah jika membuka kemungkinan untuk diuji dan dibantah oleh bukti empiris. Melalui pendekatan conjectures and refutations, Popper menekankan bahwa ilmu bersifat tentatif, selalu dapat direvisi, dan berkembang melalui proses kritik rasional yang berkelanjutan. Kajian ini juga menyoroti implikasi falsifikasi terhadap metodologi penelitian modern, termasuk pentingnya rumusan hipotesis yang spesifik, desain penelitian yang memungkinkan pengujian ketat, serta sikap ilmiah yang terbuka terhadap koreksi. Analisis menunjukkan bahwa meskipun falsifikasionisme Popper memberikan kontribusi signifikan bagi fondasi epistemologi ilmu, ia tetap menghadapi kritik terkait praktik ilmiah aktual dan keterbatasannya dalam disiplin non-eksperimental. Namun demikian, falsifikasi tetap menjadi kerangka penting dalam memahami dinamika perkembangan ilmu dan objektivitas dalam penelitian.
PERAN SARANA ILMIAH DALAM PEMBENTUKAN PENGETAHUAN TINJAUAN FILSAFAT ILMU TERHADAP BAHASA, MATEMATIKA, STATISTIK, DAN LOGIKA Muhammad Iqbal; Faizal; Safari Daud
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/s66dm027

Abstract

Pengetahuan ilmiah tidak hanya dibentuk oleh objek kajian dan metode penelitian, tetapi juga sangat ditentukan oleh sarana ilmiah yang digunakan dalam proses pengembangannya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran sarana ilmiah bahasa, matematika, statistik, dan logika dalam pembentukan pengetahuan dari perspektif filsafat ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan filosofis, khususnya epistemologi ilmu pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa berfungsi sebagai medium konseptual dan komunikatif dalam merumuskan serta menyebarluaskan pengetahuan ilmiah. Matematika berperan sebagai alat abstraksi dan pemodelan yang memungkinkan penjelasan fenomena secara sistematis dan universal. Statistik berfungsi sebagai sarana pengolahan dan validasi data empiris guna mendukung generalisasi ilmiah, sedangkan logika menjadi landasan penalaran rasional yang menjamin konsistensi dan koherensi argumentasi ilmiah. Keempat sarana ilmiah tersebut saling berkaitan dan membentuk struktur metodologis yang integral dalam proses pembentukan pengetahuan ilmiah. Dengan demikian, pemahaman terhadap peran sarana ilmiah dalam perspektif filsafat ilmu menjadi penting untuk memperkuat rasionalitas, objektivitas, dan validitas ilmu pengetahuan.
PENDEKATAN RASIONALISME DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGEMBANGAN MASAYARAKAT ISLAM Dela Astarika; Safari Daud
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hj7z4668

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendekatan rasionalisme dalam pengembangan ilmu Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), khususnya dalam penguatan landasan teoritis, metode penelitian, dan efektivitas intervensi pemberdayaan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri literatur yang relevan mengenai rasionalisme, epistemologi Islam, dan praktik pengembangan masyarakat. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi, kategorisasi, dan penyusunan narasi analitis untuk menjawab tiga fokus kajian utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisme berkontribusi signifikan dalam memperkuat kerangka analitis dan metodologis PMI melalui penggunaan akal, logika kausal, dan bukti empiris dalam merumuskan solusi sosial. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan model intervensi yang lebih sistematis, kontekstual, dan berbasis data, sehingga meningkatkan efektivitas program serta kualitas perencanaan pemberdayaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka konseptual yang mengintegrasikan rasionalisme dengan prinsip nilai-nilai Islam, serta menunjukkan bagaimana pendekatan rasional dapat mendorong transformasi epistemologis dalam disiplin PMI. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan praktik pemberdayaan, pengembangan kurikulum akademik, serta peningkatan kapasitas analitis komunitas dalam menghadapi dinamika sosial kontemporer. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan empiris untuk menguji efektivitas penerapan rasionalisme pada program pemberdayaan di berbagai konteks masyarakat.