Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PEMBAYARAN QRIS BAGI PEGUSAHA GEN Z PADA UMKM THRIFT BAJU DI SURABAYA Nailis Sa’adah; Fitria Ananda; Rizka Dwi Putriani; Diajeng Ning R; I. A. Nuh Kartini
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/s1w6na82

Abstract

Perkembangan ekonomi digital mendorong transformasi sistem pembayaran, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya strategis pemerintah Indonesia dalam mendukung digitalisasi transaksi adalah penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Meskipun demikian, tingkat pemanfaatan QRIS di kalangan UMKM, khususnya yang dikelola oleh Generasi Z (Gen Z), masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman pengusaha Gen Z pada UMKM thrift baju di Surabaya terhadap penggunaan QRIS, mengidentifikasi kendala implementasi, serta menganalisis peran edukasi pembayaran QRIS dalam meningkatkan literasi pembayaran digital dan praktik transaksi usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif–interpretatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi pembayaran QRIS berperan penting dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap manfaat QRIS, memperbaiki kelancaran transaksi, serta mendukung pencatatan keuangan yang lebih tertib. Namun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan infrastruktur jaringan dan persepsi biaya transaksi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan praktis dalam pengembangan program edukasi pembayaran digital bagi UMKM yang dikelola oleh generasi muda. Perkembangan ekonomi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia dalam mendukung transaksi non-tunai adalah penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Namun demikian, tingkat adopsi QRIS di kalangan UMKM yang dikelola oleh Generasi Z (Gen Z) masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman pelaku UMKM Gen Z pada usaha thrift baju di Kota Surabaya terhadap penggunaan QRIS, mengidentifikasi kendala dalam proses implementasinya, serta menganalisis peran edukasi pembayaran QRIS dalam meningkatkan literasi pembayaran digital dan efektivitas transaksi usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif–interpretatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi mengenai pembayaran QRIS memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap manfaat transaksi digital, memperlancar proses pembayaran, serta mendukung pencatatan keuangan yang lebih sistematis dan transparan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa hambatan, seperti keterbatasan kualitas jaringan internet dan persepsi negatif terhadap biaya layanan transaksi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar empiris bagi pengembangan strategi edukasi pembayaran digital yang lebih efektif bagi UMKM, khususnya yang dikelola oleh generasi muda di era ekonomi digital.
PERAN STRATEGIS PERBANKAN DALAM PENDAMPINGAN DAN PENGEMBANGAN UMKM DI ERA DIGITAL M. Zaky Nasrullah; M. Bagaskara A. T; M. Akbar Visyahrul; I. A. Nuh Kartini
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/rhr7xe85

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto dan penyerapan tenaga kerja. Meskipun demikian, UMKM masih menghadapi berbagai permasalahan mendasar, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya literasi keuangan, lemahnya manajemen usaha, serta kesiapan digital yang belum optimal. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola bisnis dan perilaku konsumen, sehingga UMKM dituntut untuk beradaptasi agar tetap berdaya saing. Dalam kondisi ini, perbankan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pendampingan dan pengembangan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis perbankan dalam pendampingan dan pengembangan UMKM di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan perbankan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan berperan penting melalui penyediaan layanan keuangan digital, akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas digital UMKM. Namun demikian, tantangan berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan kekhawatiran terhadap keamanan transaksi masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perbankan, UMKM, dan pemerintah untuk mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama melalui kontribusinya terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) serta penciptaan lapangan kerja. Namun, dalam praktiknya, UMKM masih dihadapkan pada berbagai persoalan struktural, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya tingkat literasi keuangan, lemahnya tata kelola usaha, serta kesiapan digital yang belum merata. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, pola bisnis dan perilaku konsumen mengalami perubahan signifikan, sehingga menuntut UMKM untuk beradaptasi agar mampu mempertahankan dan meningkatkan daya saingnya. Dalam konteks ini, perbankan tidak lagi berperan semata sebagai lembaga intermediasi keuangan, melainkan juga sebagai mitra strategis dalam proses pendampingan dan pengembangan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis perbankan dalam mendukung pendampingan dan pengembangan UMKM di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan perbankan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan berkontribusi melalui penyediaan layanan keuangan digital, fasilitasi akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas dan literasi digital UMKM. Meskipun demikian, tantangan berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan kekhawatiran terhadap keamanan transaksi masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perbankan, UMKM, dan pemerintah dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.