Siswa SMA termasuk ke dalam generasi Z merupakan kelompok usia yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta meningkatnya eksposur terhadap peluang bisnis sejak usia sekolah. Kondisi tersebut mendorong banyak siswa untuk tertarik pada aktivitas kewirausahaan, namun seringkali keputusan berbisnis diambil tanpa pemahaman yang mendalam mengenai potensi diri, nilai personal, serta kebutuhan pasar. Salah satu pendekatan reflektif yang relevan untuk membantu generasi muda memahami arah dan tujuan berbisnis adalah konsep ikigai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada siswa SMAK Frateran Surabaya dalam memahami ikigai sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi reflektif, pengisian lembar kerja ikigai, serta pendampingan naratif dalam mengaitkan hasil IKIGAI dengan ide bisnis siswa. Kegiatan ini diikuti oleh 40 siswa dan dilaksanakan mulai 8 Agustus 2025 dengan durasi selama empat minggu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali potensi diri, minat, nilai yang diyakini, serta peluang pasar secara lebih terstruktur, sehingga membantu mereka dalam menentukan arah dan keputusan bisnis yang lebih selaras dengan diri dan lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan kewirausahaan berbasis refleksi diri bagi generasi muda di tingkat pendidikan menengah.