Tugas administratif yang sering melibatkan waktu lama duduk di depan komputer dapat menyebabkan masalah kesehatan jika prinsip-prinsip ergonomi tidak diterapkan dengan baik. Lingkungan kerja yang tidak ideal, seperti cahaya yang kurang dan ruangan yang sempit, bisa menyebabkan kelelahan fisik dan mengurangi produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi ergonomi di tempat kerja dan beban fisik karyawan di kantor PT Wolu Berkah Perkasa. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang, melibatkan semua karyawan administrasi yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung dengan menggunakan checklist ergonomi, serta pengukuran pencahayaan, suhu, dan kebisingan, dan penilaian beban kerja fisiologis menggunakan metode 10 denyut nadi sebelum dan sesudah jam kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya di ruang kerja masih di bawah standar ergonomi (<300 lux), sedangkan suhu dan kebisingan berada dalam kondisi nyaman. Postur kerja karyawan umumnya hampir sesuai dengan standar ergonomi, tetapi ruang untuk kaki dan area gerak sangat terbatas karena penataan furnitur yang terlalu rapat. Selain itu, ditemukan adanya peningkatan frekuensi denyut nadi setelah bekerja yang menandakan adanya peningkatan beban kerja fisik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lingkungan kerja di PT Wolu Berkah Perkasa masih perlu diperbaiki untuk memenuhi prinsip ergonomi, khususnya dalam hal pencahayaan dan penataan ruang kerja.