SULASTRI, DEKA
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT “SEDEKAH KAMPUNG” PERSPEKTIF PENDIDIKAN AQIDAH ISLAM SULASTRI, DEKA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3407

Abstract

Society in this world has many cultures, one of the components of culture is value. Value is a reference or reference that is held as a guideline for the behavior of every member of society or a particular cultural group. For an anthropologist, the term "Culture" generally includes ways of thinking and ways of behaving that have become the characteristics of a particular nation or society. In this regard, culture consists of things such as language, science, laws, beliefs, religion, certain food preferences, music, work habits, prohibitions and so on. The research method used is qualitative research with stages (1) Data reduction: selecting and processing raw data, (2) Data display: re-displaying data that has been processed systematically and (3) Analyzing the processed data. The results of the study indicate that the Social Behavior of the "Village Alms" Community from the Perspective of Islamic Faith Education (Didumun II Berang, Simpang Teritip District, West Bangka Regency) is the social concept of the community trying to preserve village alms, not feeling burdened, just following suit. Analysis of the culture of village alms is seen from several aspects, namely cultural aspects, geographical aspects, socio-economic aspects, educational aspects, and religious aspects. The impact of village alms is physical, spiritual and social welfare aspects. ABSTRAKMasyarakat di dunia ini memiliki banyak kebudayaan, komponen kebudayaan salah satunya yakni nilai. Nilai merupakan suatu referensi atau rujukan yang dipegang sebagai pedoman tingkah laku setiap anggota masyarakat atau kelompok budaya tertentu. Bagi seorang ahli antropologi istilah “Kebudayaan” umumnya mencakup cara berpikir dan cara berlaku yang telah menjadi ciri khas suatu bangsa atau masyarakat tertentu. Sehubungan dengan itu maka kebudayaan terdiri dari hal-hal seperti bahasa, ilmu pengetahuan, hukum-hukum, kepercayaan, agama, kegemaran makanan tertentu, musik, kebiasaan pekerjaan, larangan-larangan dan sebagainya. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan tahap (1) Reduksi data : memilih dan mengolah data mentah, (2) Display data : menampilkan kembali data-data yang telah diolah secara sistematis dan (3) Melakukan penganalisaan data yang telah diproses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku Sosial Masyarakat “ Sedekah Kampung” Perspektif  Pendidikan Aqidah Islam (Didusun II Berang Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat) yakni konsep sosial masyarakatnya berusaha untuk melestarikan sedekah kampung,tidak merasa terbebani, sekedar ikut-ikutan. Analisis terhadap budaya sedekah kampung dilihat dari beberapa aspek yakni aspek budaya, aspek geografis, aspek sosial ekonomi, aspek pendidikan, aspek religiusitas. Dampak sedekah kampung yakni aspek jasmani,rohani dan kesejahtearaan sosial.
Diferensiasi Model Pembelajaran Guru Pendidikan Aagama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bangka Tengah Sari, Nila Siska; Syarifah HR DG Tujuh; Rudini; Karyono; Deka Sulastri
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 4 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/b5wn6a03

Abstract

In Madrasah teachers predominantly apply a teacher-centred learning model. Even though students currently growing up in the digital era certainly like interactive, technology-based and factual learning. Innovative and adaptive learning models can bring great benefits to students in terms of intellectual development, skills and output. The aim of the research is to analyze the differentiation in the use of PAI teacher learning models at MTsN 1 Central Bangka. This research includes qualitative research. Data was obtained through semi-structured interviews, observation and documentation. The informants were 6 PAI teachers at MTsN 1 Central Bangka. The results of the research found that the use of learning models by six PAI teachers at MTsN 1 Central Bangka could be divided into three learning models. Firstly, there are 4 groups of PAI teachers who mostly use direct learning models. The two groups that used the problem-based learning model consisted of 1 person. The three groups that use the cooperative learning model consist of 1 person. This research can contribute to PAI teachers implementing student-centered learning models that are innovative, varied and adaptive according to educational subjects and learning materials in class. This research can explore the ability of PAI teachers to develop innovative and adaptive learning models that can help students meet their learning needs both in terms of output, motivation and certain skills.
Ekoteologi Mindfulness: Transformasi Spiritual dalam Membangun Relasi Cinta Kasih dengan Alam Deka Sulastri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13083

Abstract

Krisis lingkungan global saat ini tidak hanya dipicu oleh kegagalan sistemik, tetapi juga oleh krisis kesadaran manusia yang cenderung abai terhadap kerusakan alam di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi spiritual melalui integrasi ekoteologi dan praktik mindfulness dalam membangun relasi cinta kasih terhadap alam. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan fenomenologi, penelitian ini membedah perbedaan fundamental antara motivasi pelestarian yang berbasis kepatuhan hukum dengan yang berbasis kesadaran spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa menjaga lingkungan karena takut akan sanksi hukum cenderung menghasilkan kepatuhan yang bersifat formalistik, terpaksa, dan dangkal. Sebaliknya, pendekatan ekoteologi mindfulness—sebagaimana diperkuat dalam peta jalan moderasi beragama Kementerian Agama RI tahun 2025—mampu mentransformasi perilaku manusia menjadi lebih ikhlas dan mendalam. Melalui kesadaran penuh (mindfulness), manusia mampu menghayati eksistensi alam sebagai manifestasi keagungan Tuhan, sehingga melahirkan relasi cinta kasih yang damai dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan internalisasi nilai ekospiritualitas dalam pendidikan karakter untuk membangun masyarakat yang peduli lingkungan secara intrinsik.