Rendahnya tingkat kompetensi kewirausahaan serta lemahnya pemahaman integritas di kalangan siswa SMA menunjukkan perlunya penguatan pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan ekonomi kreatif dengan nilai-nilai Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan produksi, literasi pemasaran digital, dan karakter kewirausahaan siswa melalui pelatihan berbasis pengalaman. Metode menggunakan participatory community engagement dengan tahapan observasi dan need assessment, sosialisasi, workshop interaktif, pendampingan praktik, pembentukan kelompok usaha, penerapan promosi melalui media sosial/marketplace sekolah, serta evaluasi triangulatif memakai pre-test post-test, observasi kinerja, dan portofolio. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dasar kewirausahaan dari 42% menjadi 86%, pemahaman ekonomi kreatif dari 38% menjadi 82%, pengetahuan pemasaran digital dari 30% menjadi 80%, serta pemahaman etika bisnis berbasis PPKN dari 45% menjadi 90%. Siswa mampu menghasilkan produk kreatif yang layak jual (misalnya pouch, stiker, dan kerajinan daur ulang), menyusun identitas merek sederhana, membuat konten promosi, dan melakukan pencatatan keuangan dasar. Pada fase implementasi, tercatat 57 produk terjual dengan pendapatan kelompok berkisar Rp25.000–Rp75.000, disertai peningkatan kepercayaan diri dalam presentasi produk. Secara sikap, siswa menunjukkan penguatan kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, serta praktik anti-plagiarisme (82% desain orisinal). Program ini efektif memperkuat kompetensi kewirausahaan sekaligus karakter berintegritas, sehingga berpotensi direplikasi sebagai model pembelajaran berkelanjutan di sekolah. Integrasi nilai PPKN difokuskan pada kejujuran transaksi, harga yang adil, penghormatan hak kekayaan intelektual, dan etika komunikasi digital, sehingga selaras dengan Profil Pelajar Pancasila serta mendukung penguatan P5 dan budaya wirausaha sekolah secara konsisten berkelanjutan