Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jemundo Taman Sidoarjo difokuskan pada penguatan peran Karang Taruna tingkat RT melalui lomba edukatif dalam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara yang melibatkan pemuda Karang Taruna, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai efektivitas program yang dilaksanakan. Hasil kegiatan lomba edukatif, seperti cerdas cermat, mewarnai, dan keterampilan kreatif, menunjukkan peningkatan kesadaran pemuda terhadap lingkungan sekitar, kemampuan komunikasi dengan masyarakat, serta penguatan jiwa kepemimpinan. Selain itu, lomba edukatif dalam rangka peringatan HUT RI mampu membangkitkan kembali minat pemuda untuk aktif berorganisasi. Meskipun pengabdian ini memiliki keterbatasan pada cakupan wilayah, waktu pelaksanaan, dan jenis lomba yang diselenggarakan, kegiatan ini terbukti efektif merevitalisasi peran Karang Taruna di tingkat RT serta memerlukan pengembangan program yang lebih beragam, berkelanjutan, dan didukung lintas pihak. Community service activities in Jemundo Taman Village, Sidoarjo, focused on strengthening the role of the neighborhood association (RT) youth organization (Karang Taruna) through educational competitions in commemoration of the 80th anniversary of the Republic of Indonesia. This activity used a qualitative approach through observation and interview techniques involving Karang Taruna youth, village officials, and the local community. Data were analyzed descriptively to assess the effectiveness of the implemented program. The results of educational competitions, such as quizzes, coloring, and creative skills, showed an increase in youth awareness of the surrounding environment, communication skills with the community, and strengthened leadership skills. In addition, educational competitions in commemoration of the Indonesian Independence Day were able to rekindle youth interest in active organizational activities. Although this service had limitations in terms of area coverage, implementation time, and types of competitions held, this activity proved effective in revitalizing the role of Karang Taruna at the neighborhood association (RT) level and requires the development of more diverse, sustainable programs with cross-stakeholder support.