Kejadian Anemia ibu hamil dan stunting di Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kediri 1 Tabanan. Masih tingginya kasus stunting dikarenakan beberapa faktor seperti rendahnya tingkat pendidikan orang tua dan kurangnya riwayat pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada wanita usia subur. Kader PKK belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang Anemia Defisiensi Besi penyebab stunting. Hal ini menyebabkan kurang optimalnya partisipasi Kader PKK dalam mempromosikan kesehatan terkait bahaya Anemia Defisiensi Besi. Tujuan dari kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pelayanan kesehatan pada sasaran mitra dalam mencegah anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan/pemberian edukasi tentang Anemia Defisiensi Besi, pemberian informasi penggunaan TTD yang tepat, dan pelatihan pemeriksaan Hb. Kegiatan dilakukan pada bulan Juni di Kantor Desa Banjar Anyar. Total sasaran yang menjadi responden adalah 20 orang kader PKK. Karakteristik responden berdasarkan umur yaitu sebagian besar berada pada usia yaitu usia 39 tahun sebayak 11 orang (55%). Hasil pemeriksaan kadar Hb diperoleh bahwa sebanyak 3 orang (15%) responden memiliki kadar Hemoglobin rendah. Hasil pretest menunjukkan rata-rata score awal kader sebesar 69. Setelah mengikuti penyuluhan dan edukasi, nilai post test menunjukkan rata-rata score sebesar 88, dimana terdapat peningkatan pemahaman kader sebesar 27,53%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman tentang bahaya Anemia Defisiensi Besi dan cara penggunaan TTD yang tepat.