Natasya, Nazwa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Media Edukasi Berbasis Cerita dalam Mengurangi Praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS): Suatu Systematic Literature Review Indrayadi, Indrayadi; Ramadhan, Ahmad Rasyid Ridha; Yuhansyah, Yuhansyah; Natasya, Nazwa
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.1-10.2026

Abstract

Upaya pengurangan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menuntut strategi edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menyentuh aspek kognitif, emosional, dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan ilmiah terkait efektivitas media edukasi berbasis cerita budaya dalam mengurangi praktik BABS. Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan sintesis kualitatif (narrative dan thematic synthesis) guna mengkaji secara sistematis temuan-temuan empiris mengenai efektivitas media edukasi berbasis cerita dalam upaya mengurangi praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang terindeks pada DOAJ, Scopus, dan Google Scholar, dengan rentang tahun terbit 2019–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi edukasi sanitasi berbasis cerita efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat. Efektivitas tersebut meningkat ketika media yang digunakan sesuai dengan konteks budaya lokal, memiliki unsur naratif yang kuat, dan disampaikan oleh fasilitator kompeten. Mekanisme kognitif–emosional seperti narrative transportation, identifikasi tokoh, dan keterlibatan aktif peserta juga memperdalam internalisasi pesan sanitasi. Efektivitas intervensi tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti rendahnya literasi, ketidaksesuaian konteks sosial, kurangnya pendampingan lanjutan, serta keterbatasan fasilitas sanitasi. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas narasi perlu ditopang oleh ekosistem sosial dan infrastruktur yang memadai agar perubahan perilaku dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.