Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam keberhasilan akademik dan sosial peserta didik, namun pada praktiknya masih sering terabaikan dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut terlihat pada siswa SMA Buddhis Bodhicitta Medan, yang menunjukkan kendala dalam pengendalian diri, kepercayaan diri, serta kemampuan memahami dan mengekspresikan emosi secara tepat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan pengeditan dan seni lukis terhadap peningkatan kecerdasan emosional siswa kelas XI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, melibatkan 40 siswa yang tergabung dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas, serta analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua perlakuan variabel mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kecerdasan emosional. Nilai korelasi ganda R sebesar 0,835 dan R Square sebesar 0,697 menunjukkan bahwa meditasi dan seni lukis secara simultan menjelaskan 69,7% variasi kecerdasan emosional. Uji regresi menunjukkan koefisien koefisien sebesar 0,477 (Sig. 0,045) dan seni lukis sebesar 0,450 (Sig. 0,039), yang menandakan kontribusi positif dan relatif seimbang. Uji F menghasilkan nilai 19,583 (Sig. 0,000), sehingga model dinyatakan signifikan secara simultan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi dan seni lukis efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, regulasi emosi, empati, serta kemampuan sosial siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran berbasis mindfulness dan ekspresi kreatif untuk mendukung perkembangan emosional peserta didik.