Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Epistemologi Bayani, Burhani dan Irfani pada Pengangkatan Anak dalam Islam Hidayah, Nurul Fadhilatul; Sar’an, Mohamad
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Islam yakni epistemologi bayani, burhani dan irfani. Dalam hal ini untuk menganalisis ketiga epistemologi tersebut yang digunakan untuk memahami konsep-konsep yang penting dalam pemahaman dan dalam konteks agama, yakni pada isu-isu hukum keluarga salah satunya mengenai pengangkatan anak dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) dengan mengidentifikasi, mengkaji dan menganalisis informasi dari berbagai sumber tertulis, baik primer dan sekunder, guna untuk menjawab atau mengembangkan landasan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi bayani menekankan teks suci Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama pengetahuan, epistemologi burhani berlandaskan dengan kekuatan akal dan logika deduktif/menekankan rasionalita, sementara epistemologi irfani menekankan aspek spiritual dan etika. Adapun dalam relevansinya contohnya pada surah Al-Ahzab, pengangkatan anak diperbolehkan dengan syarat nasab anak tersebut tetap kepada garis keturunan ayah biologisnya. Fatwa MUI secara eksplisit tidak melarang pengangkatan anak oleh wali yang berbeda agama, namun hal ini tetap bertentangan dengan hukum Islam dan regulasi Indonesia. Dalam maqasid syariah, menjaga agama ialah prioritas utama, sehingga mengenai pengangkatan anak oleh wali yang berbeda agama sebaiknya dihindari demi kepentingan terbaik anak dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Parenting Generation Z in QS. An-Nur [24]: 30-31 and Its Relevance in the Modern Era Hidayah, Nurul Fadhilatul; Mohammad Athoillah; Ali Khosim
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.32052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas pola asuh generasi Z berdasarkan penafsiran QS. an-Nisa’ [24]: 30–31. Hal ini dilatarbelakangi oleh tantangan pola asuh yang dimanjakan dengan teknologi yang terus berkembang sehingga melemahnya peran keluarga sebagai pranata pendidik pertama. Pola asuh generasi Z memiliki ciri khas unik dari generasi sebelumnya yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi, namun memiliki tantangan baru yang dituntut untuk siap siaga dalam menjaga, mengawasi dan memberikan pola asuh anak dengan baik. Metode yang digunakan kualitatif-deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Dengan metode tersebut, hasil kajian menunjukkan bahwa dari tafsir klasik maupun kontemporer, QS. an-Nisa’ [24]: 30–31 mengandung pesan kuat tentang pentingnya menanamkan kesadaran moral, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini. Dalam tinjauan tafsir maudhu’i, ayat tersebut menekankan prinsip yang sangat relevan dalam konteks pola asuh di era modern, yakni mengedepankan pentingnya pandangan dan akhlak, terutama memberikan pedoman penting bagi orang tua generasi Z dalam mendidik anak-anaknya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa orang tua generasi Z di era modern perlu membimbing cara pandang, karakter, dan perilaku anak baik di dunia nyata maupun di ruang digital, karena pengawasan yang bijak, komunikasi yang terbuka, serta keteladanan orang tua merupakan unsur utama dalam pola pengasuhan anak pada era modern.