Ramadhani, Intan Aulia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ucapan Talak Berdasarkan ‘Urf; Ucapan’ Pulang Ke Rumah Ibumu’ Saat Marah Filayati, Muhammad Akbar; Mahmud, Imam; Muttaqin, Muhammad; Raida, Noor; Ramadhani, Intan Aulia; Fitriani, Haida
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1596

Abstract

Pernikahan dalam Islam merupakan perjanjian suci yang bertujuan mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun, dalam dinamika rumah tangga, konflik sering memicu ucapan emosional dari suami, seperti "Pulang ke rumah ibumu!", yang berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum terkait talak. Penelitian ini bertujuan menganalisis status hukum ucapan tersebut ketika diucapkan dalam keadaan marah, dengan fokus pada peran 'urf (adat kebiasaan) sebagai instrumen penafsir. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kepustakaan, menganalisis literatur fikih klasik, peraturan perundang-undangan (UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam), serta jurnal ilmiah relevan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ucapan "Pulang ke rumah ibumu" tergolong talak kinayah (implisit) yang keabsahannya bergantung pada niat suami. Dalam konteks 'urf Indonesia yang menjunjung nilai kekeluargaan, ucapan tersebut umumnya dipahami sebagai ekspresi emosi temporer, bukan pernyataan talak definitif. Pasal 117(2) dan 139 KHI mengintegrasikan 'urf dalam penilaian talak kinayah, dimana Pengadilan Agama mempertimbangkan konteks sosial-budaya dan memerlukan pembuktian niat melalui sumpah atau saksi. Penelitian menyimpulkan bahwa ucapan tersebut tidak otomatis menjatuhkan talak kecuali disertai niat yang jelas, dengan 'urf berfungsi sebagai penentu makna kontekstual yang melindungi keutuhan rumah tangga dari talak impulsif.
Urgensi Pembekalan Pranikah Di Tengah Meningkatnya Tren Perceraian Ramadhani, Intan Aulia; Filayati, Muhammad Akbar; Azizah, Nur; Rahmaniah, Amelia
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan idealnya membangun keluarga sakinah, namun tren perceraian di Indonesia terus meningkat secara mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pembekalan pranikah sebagai instrumen preventif strategis dalam menekan angka perceraian. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada analisis bahan hukum primer dan sekunder, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual serta teknik analisis berupa penafsiran hukum dan content analysis. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis basis data akademik dengan kriteria inklusi literatur terbitan 2016-2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, (1) pendidikan pranikah memiliki urgensi ganda sebagai pencegahan pernikahan dini dan persiapan kehidupan rumah tangga, (2) internalisasi nilai ketaatan melalui pendidikan pranikah efektif mencegah perilaku nusyuz dengan memperkuat fondasi spiritual dan emosional pasangan, (3) kesenjangan antara regulasi dan implementasi lapangan, seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan kompetensi pembimbing, menjadi faktor penghambat efektivitas bimbingan di tingkat KUA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembekalan pranikah bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen transformasi struktural yang memerlukan standarisasi kurikulum integratif antara aspek fikih, psikologi, komunikasi, dan manajemen konflik. Implikasi penelitian merekomendasikan reformasi kebijakan Kementerian Agama untuk memperkuat kualitas materi, durasi, dan kompetensi fasilitator bimbingan pranikah demi membangun ketahanan keluarga nasional yang berkelanjutan.