Pemberdayaan petani milenial di Indonesia menjadi kunci untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan, khususnya di era Society 5.0 yang menekankan pada integrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan platform smart farming yang berbasis teknologi modern kepada petani milenial di Salareh Aia Utara, Kabupaten Agam. Melalui penerapan teknologi pertanian seperti sensor digital untuk pemantauan tanaman, manajemen irigasi berbasis data, dan sistem pemantauan hasil panen, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan sumber daya, serta memperbaiki kualitas produk pertanian yang dihasilkan. Program ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada metode pertanian tradisional yang kurang efisien dan memperluas akses pasar melalui platform digital. Pelatihan terkait teknologi pertanian modern dan manajerial usaha akan diberikan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan usaha dan pemasaran produk. Dengan metode Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini mengutamakan partisipasi aktif petani dalam setiap tahapnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil. Berdasarkan umpan balik peserta, program ini terbukti berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani milenial, dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 98%. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan sosial dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. Melalui inovasi smart farming, diharapkan Salareh Aia Utara dapat menjadi model keberhasilan pemberdayaan petani milenial di daerah lain, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2 dan 8, yang berfokus pada ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.