Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Smart Farming Innovation: Empowering Millennial Farmers to Improve Agricultural Productivity in the Society 5.0 Era: Inovasi Smart Farming: Pemberdayaan Petani Milenial untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Era Society 5.0" Suryanef; Kiki Amelia; Rita Angraini; , Al Rafni; Cici Nur Azizah
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v5i2.10027

Abstract

Pemberdayaan petani milenial di Indonesia menjadi kunci untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan, khususnya di era Society 5.0 yang menekankan pada integrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan platform smart farming yang berbasis teknologi modern kepada petani milenial di Salareh Aia Utara, Kabupaten Agam. Melalui penerapan teknologi pertanian seperti sensor digital untuk pemantauan tanaman, manajemen irigasi berbasis data, dan sistem pemantauan hasil panen, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan sumber daya, serta memperbaiki kualitas produk pertanian yang dihasilkan. Program ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada metode pertanian tradisional yang kurang efisien dan memperluas akses pasar melalui platform digital. Pelatihan terkait teknologi pertanian modern dan manajerial usaha akan diberikan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan usaha dan pemasaran produk. Dengan metode Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini mengutamakan partisipasi aktif petani dalam setiap tahapnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil. Berdasarkan umpan balik peserta, program ini terbukti berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani milenial, dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 98%. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan sosial dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. Melalui inovasi smart farming, diharapkan Salareh Aia Utara dapat menjadi model keberhasilan pemberdayaan petani milenial di daerah lain, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2 dan 8, yang berfokus pada ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
GEMAS (Independent and Prosperous Golden Generation) Program Based on Digital Entrepreneurship Towards an Independent and Competent Alrafni; Suryanef; cici Nur Azizah
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v5i2.10029

Abstract

Program GEMAS (Generasi Emas Mandiri dan Sejahtera) dilaksanakan di Nagari Salareh Aia Utara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memberdayakan remaja melalui pelatihan kewirausahaan digital, soft skills, dan literasi digital. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kompetensi remaja dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, seperti pertanian dan kerajinan, guna mendukung kemandirian ekonomi mereka. Dalam pelaksanaan program, dilakukan pendekatan partisipatif yang melibatkan lima tahap kegiatan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan keberlanjutan. Sebanyak 30 remaja masjid mengikuti pelatihan yang fokus pada keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen waktu, serta penggunaan teknologi informasi untuk pencatatan keuangan dan pemasaran produk. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan teknologi digital untuk pengembangan usaha lokal. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital dan kemampuan soft skills, yang mendukung peserta untuk mandiri secara finansial dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta diharapkan dapat dilanjutkan dengan penguatan fasilitas dan pelatihan berkelanjutan