Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Dasar Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam dalam Konteks Kurikulum Modern Maslani, Maslani; Pamuji, Teguh; Korlin, Fatih Nur Afif Ramadhan; Nasution, Fahren Sepujan
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7577

Abstract

Pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks Kurikulum Merdeka dan tuntutan era modern merupakan proses yang kompleks dan memerlukan pendekatan sistematis. Artikel ini mengkaji konsep dasar pengembangan bahan ajar PAI yang meliputi prinsip-prinsip seperti relevansi, konsistensi, kecukupan, integrasi nilai Islam, inklusivitas, dan fleksibilitas. Selain itu, dijelaskan tahapan pengembangan bahan ajar mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan konten, implementasi, hingga evaluasi dan revisi. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi guru, beban waktu, infrastruktur yang tidak merata, keragaman karakter peserta didik, serta isu sensitivitas keagamaan dan moderasi. Untuk mengatasi hal tersebut, solusi strategis berupa pelatihan berkelanjutan bagi guru, penyediaan repositori bahan ajar terbuka, pengembangan bahan ajar kontekstual dan lokal, penguatan supervisi akademik, kolaborasi antar guru, dan penanaman nilai moderasi beragama sangat diperlukan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan bahan ajar PAI dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan moral peserta didik secara menyeluruh sesuai dengan nilai-nilai Islam dan profil pelajar Pancasila..
Klasifikasi Hadits Tarbawi Tentang Pendidikan Emosi (Kecerdasan Emosional) Maslani, Maslani; Nasution, Fahren Sepujan; Putra, Moch Ardia; Azizah, Zahra Nur
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi dan analisis terhadap hadits-hadits tarbawi (pendidikan) yang berfokus pada pendidikan emosi, atau kecerdasan emosional (Emotional Quotient - EQ). Penelitian kualitatif studi literatur ini berupaya mengidentifikasi landasan normatif Islam dalam membentuk kecerdasan emosional peserta didik serta metode-metode praktis yang relevan. Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan mengenali, memotivasi, dan mengelola perasaan diri sendiri dan orang lain. Dalam kerangka Islam, EQ yang paripurna diidentikkan dengan perilaku sabar dan pengendalian diri yang didasari tawakal. Lima indikator EQ modern (kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial) dihubungkan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hasil analisis syarah hadits menunjukkan bahwa kekuatan sejati (al-syadid) terletak pada pengendalian amarah (self-regulation) dengan solusi praktis berbasis sunnah (seperti duduk atau berwudu); larangan hasad (dengki) esensial untuk memelihara keterampilan sosial dan ukhuwah; keharusan mengelola rasa takut menjadi khashya kepada Allah (self-awareness); serta menyikapi kesedihan/kekecewaan dengan sabar dan tawakal sebagai sumber motivasi spiritual. Metode pendidikan emosi yang efektif dalam Islam meliputi pembiasaan ibadah rutin, pengajaran Al-Qur'an dan zikir (tazakkur/tafakkur), sosialisasi, kisah teladan, dan penggunaan nasyid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam menyediakan kerangka kerja holistik untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan emosional, menjadikannya relevan dan mendesak untuk mengatasi krisis moral, seperti kasus perundungan (bullying) di institusi pendidikan.