Kualitas infrastruktur sekolah mempengaruhi langsung mutu pembelajaran dan motivasi siswa. Rehabilitasi bangunan sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada peningkatan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan layanan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengawasan teknis rehabilitasi bangunan di SMA Negeri 1 Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, melalui pendampingan teknis dan manajerial berbasis evaluasi sebelum dan sesudah pendampingan. Pendampingan dilakukan melalui dua kali visitasi lapangan dan monitoring daring berkelanjutan untuk memperkuat pengawasan mandiri mitra. Instrumen kunjungan fasilitator digunakan untuk menilai kondisi sebelum dan sesudah pendampingan, dengan perbandingan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mitra terhadap aspek teknis, administrasi proyek, manajemen material, dan penerapan K3. Peningkatan terbesar terjadi pada administrasi proyek dan pemahaman gambar kerja. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas pengawasan teknis dan akuntabilitas pelaksanaan rehabilitasi, serta memperkuat peran sekolah dalam pengawasan mandiri. Pendekatan yang menggabungkan visitasi lapangan dan monitoring daring ini membuktikan bahwa pengawasan rehabilitasi dapat dilakukan secara efektif tanpa ketergantungan tinggi pada kunjungan lapangan intensif, selama didukung oleh instrumen yang tepat dan pendampingan berkelanjutan. Model pendampingan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi implementasi rehabilitasi sekolah di wilayah lain.