Di Indonesia, angka stunting pada 2024 mencapai 19,8% atau 4.482.340 balita. Jawa Tengah menempati peringkat terbesar kelima dengan jumlah 485.893 balita stunting. Angka ini harus ditekan sehingga tidak kembali melonjak. Pemerintah melibatkan berbagai pihak mulai dari Kementerian hingga rumah tangga dalam mengatasi stunting. Demikian pula dengan Dinas Ketahanan Pangan. Dalam mencegah stunting, telah banyak upaya yang dilakukan mulai dari membantu meningkatkan ketersediaan dan akses bahan pangan bergizi, penyaluran makanan berprotein, pelatihan pengolahan pangan lokal, hingga edukasi pentingnya gizi pada anak. Akan tetapi pembekalan tentang ketrampilan mengelola sumber daya finansial dan logistik dalam upaya pemenuhan nutrisi pada anak masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang menggandeng akademisi dari Universitas Semarang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk membagikan pengetahuan tentang merancang strategi finansial dan logistik untuk generasi emas bebas stunting kepada ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang strategi finansial dan strategi manajemen logistik bahan makanan bergizi keluarga supaya mampu merencanakan anggaran belanja bahan makanan yang bergizi secara efektif, efisien dan sustainable. Pengukuran pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta terkait merancang strategi keuangan dan logistik untuk generasi emas bebas stunting