Akbar, Yandi Tasbih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi pengolahan ikan kering berbasis IoT sebagai media rehabilitasi warga binaan di Rutan Selayar Kaliky, Nunun Ainun Putri Sari Banun; Muhsin, Muhammad Fatratullah; Saputra, Anugerah; Achmad, Marlina; Sari, Dian Novita; Sajjad, Ahmad; Akbar, Yandi Tasbih; Pebriawan, Dinul Yusrah; Rahmaniar, Rahmaniar
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3143

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan alat pengering ikan berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan di Rumah Tahanan Kelas II B Selayar. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan keterampilan praktis dan peningkatan kapasitas produktif warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan dan rehabilitasi sosial. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dirancang sebuah prototipe alat pengering ikan yang dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan serta sistem pemantauan jarak jauh untuk memastikan proses pengeringan berlangsung secara optimal dan higienis. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan mencakup pemberian materi teori mengenai prinsip kerja alat berbasis IoT serta praktik langsung pengolahan ikan kering menggunakan teknologi tersebut. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan warga binaan, baik pada aspek teknis pengoperasian alat maupun aspek operasional proses produksi ikan kering. Implementasi teknologi ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, sekaligus menumbuhkan wawasan kewirausahaan bagi warga binaan. Program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha mandiri, mendukung proses pemberdayaan, serta memfasilitasi reintegrasi sosial warga binaan setelah masa pembinaan. Selain itu, model kegiatan ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.