Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya dalam mencegah penyimpangan seksual yang semakin marak di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas pendidikan agama dalam membangun kesadaran moral, etika, dan spiritual peserta didik sebagai benteng terhadap perilaku seksual menyimpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, dengan sumber data berupa buku ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, serta artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan pendidikan agama dan pembentukan akhlak. Teknik analisis data dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi pola hubungan antara pendidikan agama, penguatan akhlak, dan pencegahan penyimpangan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama mampu menanamkan nilai kesucian diri, tanggung jawab sosial, serta kontrol diri yang kuat pada peserta didik. Selain itu, integrasi pendidikan agama dengan program pencegahan kekerasan seksual di sekolah terbukti meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap bahaya pornografi, pelecehan, dan perilaku seksual menyimpang. Pembahasan menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai agama sebagai fondasi pembentukan karakter. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi preventif yang efektif dalam membangun generasi berakhlak mulia dan bermoral kuat di tengah tantangan perkembangan zaman.