Syarifah, Rosta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review : Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kejadian Sibling Rivalry Pada Anak Usia 3-5 Tahun Syarifah, Rosta; Arifah, Putri Listya Arifah; Marlina, Endah; Junengsih, Junengsih
Excellent Midwifery Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2, Oktober Tahun 2025
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v8i2.400

Abstract

Latar Belakang: Konflik antar saudara kandung atau yang dikenal sebagai sibling rivalry merupakan situasi yang cukup sering ditemui pada anak usia dini. Di Indonesia cukup tinggi sekitar 47,2 juta jiwa pada tahun 2018, hampir 75% anak menunjukkan gejala sibling rivalry. Pola asuh yang tidak sesuai, seperti terlalu otoriter atau terlalu permisif, dapat memicu rasa iri dan kompetisi di antara anak-anak dalam keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana hubungan pola pengasuhan orang tua dengan kecenderungan munculnya sibling rivalry pada anak-anak usia 3 sampai 5 tahun. Metode: Kajian ini dilakukan dalam bentuk studi literatur, dengan menelusuri dan mereview tujuh artikel ilmiah nasional yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020 hingga 2025. Artikel-artikel diperoleh melalui pencarian sistematis di database Google Scholar dan Semantic Scholar. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang disusun menggunakan pendekatan PICOS. Semua artikel yang dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Hasil: Dari hasil penelaahan, seluruh artikel menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pola asuh orang tua dengan intensitas terjadinya sibling rivalry (p < 0,05). Pola asuh otoriter dan permisif sering kali berkaitan dengan meningkatnya frekuensi konflik antar saudara, sementara gaya pengasuhan demokratis justru cenderung menurunkan tingkat perselisihan di antara anak-anak. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara cara orang tua mendidik anak dan kemungkinan timbulnya konflik saudara pada masa dini. Penerapan pola asuh yang demokratis, adil, serta peka terhadap kebutuhan emosional setiap anak dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif dalam mengurangi risiko sibling rivalry.
Literatur Review: PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI Syarifah, Rosta; Nuriyah, Sinta; Masitoh, Siti
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.421

Abstract

Latar Belakang: Masa bayi (0–12 bulan) merupakan fase emas yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain pemenuhan kebutuhan gizi, stimulasi seperti pijat bayi terbukti dapat membantu meningkatkan berat badan melalui mekanisme fisiologis, termasuk stimulasi nervus vagus dan peningkatan hormon pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan berdasarkan artikel ilmiah terkini. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review berbasis data sekunder yang diperoleh dari database Google Scholar, Semantic Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Seleksi artikel dilakukan menggunakan diagram PRISMA dan kriteria PICOS. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian kuantitatif yang diterbitkan pada tahun 2020–2025 dengan intervensi pijat bayi dan luaran berupa berat badan. Hasil: Dari 115.014 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 10 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh studi menunjukkan adanya peningkatan berat badan bayi yang signifikan secara statistik setelah intervensi pijat bayi (p < 0,05), dengan rata-rata peningkatan berkisar antara 180 hingga 1.093 gram selama 4 minggu. Intervensi dilakukan dengan frekuensi 2–3 kali per minggu dan durasi 10–15 menit setiap sesi. Kesimpulan: Pijat bayi merupakan intervensi sederhana dan efektif yang dapat dijadikan bagian dari upaya promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam mendukung pertumbuhan bayi secara optimal.