Safitri, Yuli
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN SEYYED HOSSEIN NASR TENTANG ETIKA LINGKUNGAN DAN EKONOMI HIJAU DALAM ISLAM Harianto, Budi; Adenan, Adenan; Siregar, Paisal; Safitri, Yuli
AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal At-Tawassuth | Vol. X | No. 2 | 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/ajei.v10i2.26341

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemikiran Seyyed Hossein Nasr mengenai etika lingkungan dan relevansinya bagi pembangunan ekonomi hijau dalam perspektif Islam. Sebagai tokoh mazhab Perennial dan filsafat Islam kontemporer, Nasr menegaskan pentingnya mengembalikan kesakralan alam (sacred nature) melalui kosmologi tauhid, konsep manusia sebagai khalifah dan pemegang amanah, serta kritik terhadap saintisme dan reduksionisme modern yang memicu krisis ekologis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis hermeneutik-konseptual terhadap karya-karya Nasr dan literatur terkait ekoteologi Islam dan keuangan/ekonomi syariah berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan: (1) etika lingkungan Islam berbasis tauhid, mizan (keseimbangan), ‘adl (keadilan), dan larangan israf (ekses) menyediakan prinsip normatif untuk tata kelola sumber daya; (2) ekonomi hijau dalam Islam perlu ditopang oleh maqasid al-syari‘ah yang menegaskan kemaslahatan lintas generasi; (3) instrumen kelembagaan seperti zakat lingkungan, wakaf hijau, hisbah, dan sukuk hijau dapat mengoperasionalkan nilai etis ke dalam kebijakan; (4) agenda operasional meliputi standar ESG syariah, rantai pasok halal sirkular, dan pengukuran dampak. Artikel ini menawarkan kerangka sintesis “Sacred-Value Green Economy” untuk mengintegrasikan spiritualitas, etika, dan instrumen ekonomi hijau berbasis syariah.
Hermeneutika Al-Qur'an Muhammad Arkoun dan Kontribusi Revolusionernya Bagi Pembaruan Studi Aqidah-Filsafat Islam Safitri, Yuli; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Arifinsyah, Arifinsyah
AL-HIKMAH:Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam Vol 7, No 1 (2025): AL-HIKMAH : Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/alhikmah.v7i1.28495

Abstract

Muhammad Arkoun’s Qur’anic hermeneutics offers a critical and transformative framework capable of reopening Islamic religious discourses long confined by orthodox exclusivity. This article examines the epistemological foundations of Arkoun’s hermeneutical project, particularly his concepts of double reading, the distinction between the Qur’anic phenomenon and the closed official corpus, as well as the trilateral structure of the thinkable– unthinkable–unthought. Through these theoretical pillars, Arkoun attempts to deconstruct the established structures of religious authority while formulating possibilities for renewing the study of Islamic theology and philosophy. This study shows that Arkoun’s interdisciplinary approach combining historicism, social anthropology, linguistics, and post-structuralist philosophy provides a revolutionary methodological apparatus for reinterpreting the foundations of Islamic theology. The article argues that Arkoun’s hermeneutics not only critiques the tradition but also offers an epistemological reconstruction for contemporary studies in Islamic creed and philosophy. The findings demonstrate that Arkoun’s intellectual contribution opens new conceptual spaces for reorienting Islamic religious studies from doctrinal-normative frameworks toward critical, reflective, historical, and transformative discourse analysis.