Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PENDIDIK PAI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN MORAL MAHASISWA PADA ERA GLOBALISASI Musfira, Musfira; Muchtar, Asmaji; Makhshun , Toha
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.8848

Abstract

ABSTRAK Era globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan sistem nilai mahasiswa. Arus informasi yang sangat cepat melalui media digital seringkali mempengaruhi moralitas generasi muda, termasuk mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan moral mahasiswa STAI Al-Gazali Bulukumba dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAI berperan dalam tiga fungsi utama yaitu: (1) sebagai pendidik dan pembimbing moral, (2) sebagai teladan, dan (3) sebagai fasilitator pembelajaran berbasis nilai Islami dan karakter. Strategi yang digunakan pendidik PAI meliputi penguatan akidah, internalisasi nilai keagamaan melalui pembelajaran, pembinaan spiritual, dan integrasi kurikulum berbasis karakter. Kendala yang ditemukan antara lain pengaruh budaya digital, kurangnya kontrol diri mahasiswa, dan minimnya lingkungan pendukung religius. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidik PAI memiliki peran strategis dalam memperkuat moralitas mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan karakter Islami yang kuat. ABSTRACT Globalization has brought significant impact on the values, perspectives, and behavior of university students. Rapid access to information through digital platforms affects students’ moral attitudes and lifestyle choices. This research aims to examine the role of Islamic Education (PAI) lecturers in developing moral resilience among students at STAI Al-Gazali Bulukumba. This study applied a descriptive qualitative method through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that Islamic education lecturers have three strategic roles: (1) as moral educators and mentors, (2) as role models in Islamic values and behavior, and (3) as facilitators in value-based and character-oriented learning. Strategies used include strengthening aqidah, internalizing Islamic values through curriculum integration, spiritual guidance, and character-based evaluation. The challenges faced include digital cultural influence, weak self-control among students, and limited religious supporting environments. This research concludes that Islamic education lecturers play a crucial role in strengthening the moral resilience of students to face globalization based on Islamic values and character development.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ 30 MELALUI PENDEKATAN TALQIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN ANAK USIA DINI Rosfita, Dewi; Muchtar, Asmaji; Makhshun , Toha
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8983

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada anak usia dini memerlukan model pembelajaran yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, terutama pada aspek kognitif, bahasa, dan sosial-emosional. Anak usia dini memiliki kemampuan menghafal yang baik apabila proses pembelajaran dilakukan secara bertahap, berulang, dan menyenangkan. Pendekatan talqin merupakan salah satu pendekatan yang relevan dalam pembelajaran tahfidz karena menekankan pada proses mendengarkan, menirukan, dan mengulang bacaan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran tahfidz Juz 30 berbasis pendekatan talqin bagi anak usia dini di TK Izzatul Ummah Grobogan serta menganalisis tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas model yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan pembelajaran, perancangan model pembelajaran, validasi ahli materi dan ahli pembelajaran, uji coba terbatas, serta revisi produk berdasarkan hasil uji coba. Subjek penelitian adalah anak usia dini kelompok B di TK Izzatul Ummah Grobogan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tahfidz Juz 30 berbasis pendekatan talqin dinyatakan layak oleh para ahli, praktis digunakan oleh guru, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan surat-surat Juz 30 pada anak usia dini. Dengan demikian, model pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di lembaga pendidikan anak usia dini. ABSTRACT Tahfidz learning for early childhood requires an instructional model that is designed in accordance with children’s developmental characteristics, particularly in cognitive, language, and socio-emotional aspects. Early childhood learners tend to have strong memorization abilities when learning activities are conducted gradually, repeatedly, and in an enjoyable manner. The talqin approach is considered relevant in tahfidz learning as it emphasizes listening, imitation, and consistent repetition of Qur’anic recitation. This study aims to develop a talqin-based tahfidz learning model for Juz 30 for early childhood students at TK Izzatul Ummah Grobogan and to analyze the feasibility, practicality, and effectiveness of the developed model. This research employed a Research and Development method. The research stages included learning needs analysis, instructional model design, validation by material and instructional experts, limited trials, and product revision based on trial results. The research subjects were group B early childhood students at TK Izzatul Ummah Grobogan. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results indicate that the talqin-based tahfidz learning model for Juz 30 is feasible according to expert judgment, practical for teachers to implement, and effective in improving early childhood students’ memorization of Juz 30 surahs. Therefore, the developed learning model can be used as an innovative alternative for tahfidz learning in early childhood education institutions.